Nurul Hidayat Blog

man jadda wa jada

Program Go Entrepreneur

Unsoed be kerjasama dengan perum Pegadaian mengadakan program Go Entrepereneur 2012

Filed under: Enterpreneurship,

Karantina Akreditasi Prodi IF Unsoed

Baturraden, Wisma Sehat tim akreditasi IF FST Unsoed menyusun finalisasi Akreditasi yang diselenggarakan atas inisiatif FST Unsoed pada tanggal 26-27 Januari 2012 bersama dengan tim akreditasi Geologi dan JPK.

Filed under: Uncategorized, ,

E-Learning

nurul.info, Dalam Rangka OST di BEM MIPA UNSOED saya diminta untuk mengisi materi kepada para guru pendamping tentang “E-Learning”.  Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. Download materi Moodle danUser Guide Moodle 2.

Kajian tentang e-learning semakin bisa di implementasikan di lembaga, instansi atau pendidikan dasar, Menurut Dr. Badrul H Khan, sebagai pimpinan di MCWeadon berpendapat pengertian e-learning di web nya  e-learning “e-learning memiliki karakteristik open alias terbuka, fleksibel dan distributed. Disamping itu, e-learning bisa terjadi secara online, offline (walau dengan hanya satu stand alone komputer), sinkronous (chatting, video conference), asinkronous (e-mail, milist, forum) baik secara individu maupun kelompok”. Implementasi e-learning misal di Universitas mulai membuka Open Course Ware : http://www.merlot.org, di Indonesia pembahasan tentang e-learning silahkan kunjungi Training Desain, Aplikasi Distributed Learning bisa di akses sides international secara life bisa di akses di http://www.youtube.com/results?search_query=video+distributed+learning.

Free e-book :

1.  Designing Succecfull E-Learning
2. Membangun Course E-Learning Berbasis Moodle
3. Moodle 2.0 E-Learning Course Development
4.  Syhncronous E-Learning
5. User Guide Moodle 2

Filed under: Pendidikan

Laser Keyboard

Perkembangan hardware juga sangat luar biasa, pada tahun 2011 dan baru di produksi masal di tahun 2012 diantaranya Laser Keyboard dari korea selatan di produksi oleh Celluon Virtual Keyboard dengan mengusung branding Celluon Magic Cube, Keyboard Laser Untuk iPhone, iPad, dan Android.

Namun bukan virtual kerboard langsung di handset melainkan virtual keyboard laser atau bekerja melalui sinar laser yang dikeluarkannya, dan pengguna hanya tinggal mengetik cahaya dari sinar laser itu, dimanapun dan kapanpun, cukup menarik bukan?.

 

Celluon Magic Cube mempunyai ukuran yang sangat mungil, hanya sekitar 90 x 34 x 24 mm saja, yang sangat pas dalam genggaman dan mudah dalam hal menaruh dan pengaturannya.

Keyboard laser Celluon Magic Cube ini juga menurut website resminya mampu mendukung untuk beberapa handset tablet maupun smartphone berbasis Android versi 2.0 keatas dan iPhone/iPad versi 4.0 keatas dengan dukungan konektivitas bluetooth.
Berikut kita lihat bersama aksi dari Keyboard laser Celluon Magic Cube di bawah ini.

Kunjungi website di http://www.celluon.com/products/laserkey1_3.htm?sm=2_1 Harga nya 1.9 Juta, visit http://www.ponseljakarta.com/accpic/virtualkeyboard/itechvirtualkeyboard.htm bisa dibandingkan dengan iPhone 5 sebentar lagi akan di pasarkan semakin canggih juga.

Filed under: Uncategorized,

Guru Go “Blog”

nurul.info, dalam rangka program tri dharma perguruan tinggi kami melakukan sosialisasi pemanfaatan TIK di UPK Dinas Pendidikan Kecamatan Kalibagor, Training TIK di hadiri oleh 40 Guru SD di sekitar UPK Dinas Pendidikan Kalibagor. Acara berlangsung sejak pagi sampai jam 12.00 dengan materi dan pembicara serta di pandu para mahasiswa dari Program Teknik Informatika, saya sendiri memberikan training mengenai e-learning dengan menggunakan Blog, sehingga setiap Guru mempunyai blog pribadi.

Filed under: Pendidikan

Liputan Launching Kedelai Ku Sayang

Hari ini saya mendapat undangan launching Kedelai Ku Sayang oleh “Prof” Sigit Prastowo di GOR Satria Purwokerto.

Filed under: Bisnis

Menengok Mobil Kiat Esemka

Minggu ini indonesia di gemparkan dengan berita sebuah produk rakitan mobil dalam negeri yang digunakan untuk mobil dinas seorang wali kota di solo, mobil ini sebetulnya sudah lama di rakit 3 bulan sebelumnya saya juga sudah melihat sendiri waktu pameran produk inovasi unggulan di PRPP Semarang. Mobil ini diproduksi di Desa Ngaran Mlese Ceper Klaten Jawa Tengah yaitu Kiat Motor yang bekerja sama dengan beberapa SMK di Klaten dan Solo. Setelah permintaan Bapak Jokowi Walikota Solo, pberitaan Kiat Esemka semakin menggemparkan para pejabat pemerintah indonesia. Pemerintah memberi lampu hijau atas produk mobil lokal karya anak bangsa bermerek Kiat Esemka. ”Malah, dalam waktu dekat akan segera diproduk secara massal,” tutur Dr Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejurusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Sabtu (7/1).

Bodi mobil pertama, dikerjakan siswa SMKN 1 Trucuk Klaten dan SMK Warga, sedangkan komponen mesin dikerjakan siswa SMKN 1 Jakarta, SMK Muhammadiyah Borobudur Magelang dan lainnya. Para siswa SMK juga dilibatkan dalam perakitan mobil bercat hitam itu.

Mobil berkapasitas mesin 1.500 cc itu bisa diproduksi dengan biaya Rp 95 juta. Dapur pacu menggunakan blok mesin buatan pabrik cor di Batur, Kecamatan Ceper, Klaten. Mobil yang dirancang selama empat bulan itu pernah diujicoba hingga ke Klaten-Bali.

Kisah Sukses SUKIYAT : Kiat Esemka, Berawal dari Sumbangan Bodi Mobil

SRI REJEKI

Sebenarnya Sukiyat tidak pernah bermimpi untuk membuat mobil. Pada awalnya dia hanya ingin membantu para siswa Jurusan Otomotif Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Dia ingin siswa di sekolah itu bisa melakukan praktik membuat bodi mobil. Apalagi, di sekolah itu, dia menjadi ketua komitenya.

Sukiyat kemudian menyumbangkan bodi mobil Toyota Kijang untuk dibongkar dan dipelajari bagian-bagian bodi dan mesinnya kepada sekolah. Sebelumnya, ia juga mengajari siswa dengan menggunakan mobil Toyota Crown yang lantas dibongkar, kemudian disisakan bagian kisi-kisi, lantai, dan rangkanya saja.

Siswa lantas diajari cara membuat badan mobil secara manual, yakni membentuk pelat eser dengan teknik ketok (kenteng). Mesinnya menggunakan yang sudah jadi karena saat itu target Sukiyat adalah mengajari siswa membuat badan mobil.

Uniknya, meski aslinya mobil itu sedan, dia mengarahkan siswa untuk membuat bodi Toyota Land Cruiser. Sedan itu pun berubah menjadi mobil sport utility vehicle (SUV).

”Saya sendiri terheran-heran, kok bisa ya? Dari sinilah saya lalu terpikir, mengapa tidak sekalian saja mereka membuat mobil,” ceritanya.

Maka, dalam suatu acara di Bayat, Klaten, ia dipertemukan dengan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Sutrisno yang tertarik dengan kemampuan Sukiyat. Bengkel Kiat Motor miliknya lantas menjadi mitra perusahaan dalam program perakitan mobil oleh siswa SMK, yang telah dimulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa tahun sebelumnya.

SMK-SMK pun mengirimkan siswa mereka ke Kiat Motor di Ceper, Klaten, untuk belajar membuat bodi mobil, termasuk bagian interior dan eksterior mobil, serta rangkanya.

”Para siswa itu sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Banyak siswa yang setelah lulus suka main ke tempat kami. Mereka bercerita sudah mendapat pekerjaan dengan gaji baik,” kata Sukiyat.

Saat merintis pembuatan prototipe mobil SUV yang kini dinamai Kiat Esemka, Sukiyat terlebih dahulu mengajari siswa membuat miniatur menyerupai badan Toyota Hardtop. Setelah berhasil, siswa lantas didampinginya membuat bodi mobil prototipe yang belakangan dinamakan Kiat Esemka.

Untuk desain bodi mobil, Sukiyat terinspirasi bentuk Toyota Land Cruiser Prado dan Ford Everest. Adapun mesin mobilnya menggunakan hasil rakitan siswa, yang komponennya sebagian besar juga dibuat siswa bersama mitra industri.

”Untuk bodi, interior dan eksterior dibikin manual oleh siswa dalam waktu 2-3 bulan. Kalau sudah ada mesin dies, sehari saja bisa jadi ratusan bodi, tetapi harga dies sangat mahal,” katanya.

Dari sepeda ”onthel”

Sukiyat merintis bengkelnya tahun 1977, dengan bantuan Yayasan Dharmais sebesar Rp 75.000. Awalnya, bengkel yang dia buka di kampung halamannya, Kradenan, Trucuk, Klaten, ini hanya melayani perbaikan sepeda motor dan sepeda onthel (kayuh).

Lama-kelamaan bengkel itu berkembang sampai menempati lahan seluas 4.500 meter persegi. Tahun 2004 Sukiyat membangun bengkel di Jalan Solo-Yogya, tepatnya di Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten, dengan luas lahan 2.500 meter persegi. Kedua bengkel tersebut kini dikelola anak pertamanya, Ida Hartono.

Tahun 2012 Sukiyat berencana mendirikan bengkel baru di kawasan Manahan, Solo. Bengkel ini akan dipadukannya dengan pusat pelatihan bagi penyandang cacat, yakni Difabel Training Center, lengkap dengan asrama. Di kompleks dengan lahan seluas 8.500 meter persegi ini juga akan didirikan pompa bensin dan restoran cepat saji.

”Keinginan saya adalah mencetak tenaga andal di bidang otomotif dan body repair dari para penyandang cacat. Ini agar mereka tak perlu turun ke jalan menjual kecacatannya. Dana pendidikan mereka akan dicarikan pemerintah daerah dan pusat,” kata Sukiyat yang sejak berusia enam tahun menderita polio.

Ia bercerita, saat kecil ia sempat merasa minder. Bahkan, Sukiyat nekat tak menamatkan pendidikan di sekolah teknik menengah karena tak tahan dengan ejekan teman-temannya.

Ia lalu belajar menjahit di Rehabilitasi Centrum Prof Dr Soeharso, Solo, selama enam bulan. Keterampilan ini mengantarkan dia ke Jakarta untuk bekerja pada usaha konfeksi dan percetakan yang dimiliki Yayasan Harapan Kita. ”Saya bekerja di bagian obras dan setting huruf,” ujarnya.

Kembali ke Solo

Namun, orangtuanya meminta Sukiyat kembali ke kampung halamannya. Akan tetapi, dia memilih tinggal di Solo dan bekerja di sebuah bengkel. Baru empat bulan bekerja, bengkel tersebut bangkrut. Dia lantas bekerja di bengkel lain yang didirikan mantan kepala bengkelnya.

Di sini dia memperoleh kemampuan di bidang otomotif. Keterampilan Sukiyat semakin terasah saat berkesempatan mengikuti pelatihan otomotif ke Jepang dan Jerman yang dibiayai Departemen Sosial. Dalam mengembangkan bengkelnya, Sukiyat memilih spesialisasi di bidang cat oven dan body repair.

Pengalaman masa kecil Sukiyat yang sering diminta orangtuanya untuk membuat pewarna kain lurik rupanya bermanfaat saat diterapkan dalam pengecatan mobil. Demikian pula pengalamannya saat membantu orangtua bekerja di penggilingan padi dan oven tembakau.

Tugas yang diberikan orangtuanya itu membuat Sukiyat terbiasa bekerja keras. Dia mengaku bisa bekerja selama ”24 jam” sehari. Pikirannya tak berhenti memikirkan pengembangan bisnisnya.

”Pekerjaan itu seperti istri. Kalau istri sakit, ya, ditunggu, dirawat, jangan lantas kita ganti istri. Begitu juga dengan pekerjaan,” ujar Sukiyat.

Pedomannya dalam bekerja adalah 3N, yakni niteni (memperhatikan), nirokke (meniru), dan nambahi (menambahkan). Hal itu sering pula disebutnya ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Pedoman itu diamatinya dari pekerja Jepang, Korea, dan China saat dulu mereka memulai industri mobil nasionalnya.

”Kalau sekarang kita punya mobil buatan sendiri, ya, harus berani menghargai produk kita sendiri,” tegasnya.

Meski pekerja keras, Sukiyat berusaha tetap memberikan jatah seimbang untuk kehidupan berkeluarga. Ia menyempatkan diri shalat berjemaah dan membina keakraban dengan semua anggota keluarga.

Setiap Jumat, ia suka berziarah ke makam mendiang ayahnya dan menjenguk sang bunda. Sebulan sekali Sukiyat menggelar evaluasi, baik bersama keluarga maupun karyawan. Ia juga mengadakan pengajian dan pemeriksaan kesehatan gratis lewat Klinik Ahad Pagi Kiat Sehat di rumahnya di Trucuk, Klaten. Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/01/07/02364584/Kiat.Esemka.Berawal.dari.Sumbangan.Bodi.Mobil

Filed under: Bisnis,

Kenangan Tahun Baru 2012

Tepat jam 13.00 Tanggal 1 Januari 2012 saya kedatangan tamu sekaligus KOPDAR setelah bertahun-tahun hanya melalui dunia maya.

Filed under: Uncategorized

Schedule

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

Statistik Blog

  • 76,402 hits

Nasywa Amania Hidayat

Amazon dot com

Amazon.com Widgets



TV Online



Lokasi IF Unsoed

http://maps.google.com/maps?msid=210182671316128795615.0004b0a071c188db21864&msa=0&ll=-7.404005,109.249849&spn=0.046898,0.077162&t=m&z=14&vpsrc=6

My Self

Dosen dan technopreneur. Founder Portal BanyumasPromo.Info, Unsoed.Net dan CEO Solusindo Telematika. Hobiku adalah olahraga, brandingku adalah social networking & blogging, karakterku adalah entrepreneurship & teaching, silaturahmi adalah motivating & inspiring people.
Klub Bisnis Internet Berorientasi Action

My Contact Lines

Mohon menghubungi saya jika ada kepentingan di beberapa media di bawah ini : # Mobile Phone: 08122718132 # Yahoo Messenger: nurul15053 # Email: nurul_unsoed@yahoo.com # Friendster: nurul.unsoed@gmail.com # Facebook: Nurul Hidayat

Islamic Clock



Album Kita



















hkki jogja

More Photos

my Twitter

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.