Nurul Hidayat

man jadda wa jada

Rp 100 Ribu, Laptop Termurah di Dunia?

Kamis, 31/07/2008 16:16 WIB

Devi Suzanti – detikinet


Laptop Jointech (jointech)

India – Sebuah proyek ambisius sedang berjalan untuk mencapai hasil yang mungkin saat ini tak terbayangkan: membuat laptop seharga USD 10 atau sekitar Rp 100 ribu saja. Terdengar tidak masuk akal?

Proyek itu digarap oleh Indian Institute of Science di Bangalore, India, yang bekerjasama dengan Indian Institute Technologi di Chennai. D. Purandeswari, selaku menteri pendidikan , berkata pada konfrensi di Delhi proyek ini dimaksudkan untuk menaikan kualitas pendidikan di India.

Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (31/7/2008), program ini agaknya masih jauh di awang-awang. Purandeswari saja belum bisa membeberkan spesifikasi laptop super murah tersebut, baik dari sisi bentuk maupun jeroan.

Saat ini spesies komputer jinjing paling murah yang ada di pasaran adalah jenis Netbook. Mulai dari Asus Eee PC, Zyrex Anoa hingga MSI U100 Wind Netbook.

Meski inspirasinya adalah proyek laptop murah USD 100 ala One Laptop per Child (OLPC), kebanyakan Netbook yang ada di pasaran dibanderol pada harga Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Laptop termurah di pasaran saat ini mungkin adalah J-Pro Mini Laptop JL7100 dari JoinTech yang dibanderol USD 99 (sekitar Rp 900 ribu). J-Pro menggunakan sistem operasi Windows CE 5.0 dan memiliki aplikasi dengan kemampuan sangat terbatas.

Lembaga analisa pasar Gartner memprediksi laptop USD 100 saja masih terlalu jauh dari kenyataan, apalagi untuk laptop USD 10. “Dalam tiga tahun ke depan pun, laptop USD 100 masih belum menjadi target yang realistis,” sebut analisa Gartner.

Filed under: Berita ICT

Mau Tahu Perbedaan Netbook dan Notebook?

Jumat, 18/07/2008 10:01 WIB
Ardhi Suryadhi – detikinet


Netbook Acer Aspire One (Ist.)

Jakarta – Industri PC telah melahirkan spesies produk baru. Bentuknya terlihat seperti notebook tetapi bukan notebook. Produk ini diberi nama netbook. Seperti apa ciri-cirinya?

Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia menjelaskan, perbedaan antara netbook dan notebook yang paling mendasar adalah dari sisi fungsionalitas. Netbook ditujukan bagi pengguna yang bersifat content consumption sementara notebook lebih kepada pengguna yang content maker.

“Pengguna netbook lebih cocok untuk pengguna yang menggunakan perangkat ini untuk berinternet, chatting, mendengarkan musik dan video. Kalau notebook tugasnya lebih berat lagi, dan lebih cocok untuk mereka yang menciptakan suatu konten, seperti mengedit video atau gambar,” tuturnya, dalam temu media di Cafe Neo Vanity Jakarta, Kamis petang (17/7/2008).

Dari ukuran pun kita bisa langsung membedakan kedua perangkat ini. Netbook memiliki ukuran layar terbatas antara 7-10 inci, sedangkan notebook minimal memiliki layar 10 inci dan maksimal 17 inci. “Netbook tidak bakal dibuat dengan layar melebihi 10 inci, kalau sudah melebihi itu bukan netbook lagi,” tukas Budi.

Ketersediaan input dan output devices di netbook juga lebih terbatas. Dengan ukuran yang lebih mungil dan praktis, perangkat ini tidak memiliki optical disk drive dan hanya mengandalkan slot USB.

Alasannya, kata Budi, karena netbook sengaja dibuat seringkas mungkin untuk memudahkan dibawa penggunanya. Hal itu sejalan dengan kegunaannya yang lebih condong untuk content consumption.

Pastinya dari sisi harga keduanya tentu juga berbeda. Rata-rata netbook dibanderol di kisaran US$ 250 – US$ 450, sedangkan notebook minimal US$ 500.

Di Indonesia sendiri, sejumlah produsen PC telah masuk ke bisnis netbook. Acer adalah produsen PC teranyar yang merilis netbook Aspire One. Sebelumnya ada Zyrex, Asus, MSI dan Hewlett-Packard — dengan mini notebooknya — yang telah lebih dulu menjejakkan kaki di lahan bisnis ini.

Jadi, apa pilihan Anda?

Filed under: Berita ICT

Seperti Apa Laptop Termurah Rp 1 Juta-an?

Senin, 28/07/2008 12:07 WIB
Fransiska Ari Wahyu – detikinet


Impulse NPX-9000 (alibaba.com)

Taiwan – Serbuan laptop murah kian tak terbendung. Menambah panjang deretan laptop murah, sebuah laptop besutan perusahaan Taiwan seharga USD 130 atau sekitar Rp 1,1 juta hadir menyapa konsumen.

Dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (28/7/2008), laptop Impulse NPX-9000 yang diklaim sebagai laptop termurah di dunia hadir dengan layar 7 inchi, dengan sistem operasi Linux.

Laptop tersebut dibekali dengan prosesor 400 MHz, RAM 128 MB, flash storage 1 GB dan sebuah dongle koneksi nirkabel opsional, serta software produktivitas, web browser, dan software multimedia.

Bagi konsumen yang tertarik dengan laptop tersebut, bisa membelinya di Alibaba.com melalui toko online perusahaan Taiwan, Carapelli.

Selama ini laptop yang menyandang predikat termurah adalah XO, besutan One Laptop Per Child, yang dibandrol pada harga USD 188, tahun lalu. Laptop XO ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti prosessor yang lambat dan kemampuan grafis yang terbatas.

Produsen laptop tampaknya memang berlomba-lomba mengembangkan laptop murah. Minggu lalu, perusahaan CherryPal memperkenalkan sebuah mini-desktop USD 249, yang dibekali dengan prosessor 400 MHZ, RAM 256 MB, serta flash storage internal 4 GB.

Beberapa waktu lalu, mantan CTO OLPC, Mary Lou Jepsen sesumbar akan menelurkan laptop seharga USD 75 di tahun 2010. Berdiri di bawah bendera Pixel Qi, perusahaannya sendiri, dia yakin jatuhnya harga RAM dan komponen akan menyebabkan turunnya harga laptop.

Produsen PC Asustek pun memiliki laptop murah andalan, yakni Eee PC, yang generasi pertamanya diluncurkan ke pasar tahun lalu, dan sukses terjual sebanyak 350 ribu unit di kuartal pertama. Eee PC yang dipatok pada kisaran USD 300 dilengkapi dengan prosessor Intel 800 MHz, RAM 512 MB, dan flash storage 2 GB.

Filed under: Berita ICT

70 Nominator Perebutkan Indonesia ICT Awards

Selasa, 29/07/2008 18:25 WIB
Sumber : Wicaksono Hidayat – detikinet


Logo Inaicta 2008 (inaicta.web.id)

Jakarta – Sebanyak 70 nominator telah terpilih untuk bersaing mendapatkan penghargaan Indonesia ICT Awards 2008 (Inaicta 2008). Siapa saja mereka?

Richard Kartawijaya, Ketua Dewan Juri Inaicta 2008, menyampaikan pada detikINET data nominator Inaicta 2008, Selasa (29/7/2008). Richard mengaku beberapa karya terlihat sangat mengesankan.

Salah satu yang sempat disebut adalah perangkat yang memudahkan seseorang yang mau membuat warung internet (warnet). “Selama ini kan butuh keahlian ya kalau Anda mau membuat warnet. Anda harus setup server, jaringannya dan banyak lagi. Tapi ini hanya sebuah black box dan semuanya tinggal plug and play saja,” ujar Richard.

Meski tidak menyebutkan nama nominator yang dimaksud, Richard agaknya merujuk pada Q-Osk Net dari kategori e-Business, sub kategori KUKM. Perangkat tersebut dikembangkan oleh sebuah usaha menengah bernama Quasar.

Di sisi lain, Richard mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ada kategori yang tidak memiliki pemenang. Hal itu bisa jadi karena semua nominator dan peserta untuk kategori itu tidak memenuhi persyaratan yang diminta dewan juri.

Nantinya, ujar Richard akan ada satu juara untuk setiap kategori. Selain juara akan ada merit awards, yaitu yang diberikan pada nominator lain yang memiliki nilai bagus namun masih terpaut sedikit di bawah sang juara. Richard pun tak menutup kemungkinan akan ada ‘Special Mention’, yaitu penghargaan untuk nominator yang karyanya memiliki dampak besar.

Pemenang Inaicta 2008 secara otomatis lolos kualifikasi untuk mengikuti Asia Pacific ICT Awards (Apicta). Tahun 2008 ini Apicta akan digelar di Jakarta pada bulan Desember.

Berikut daftar kategori dan nominator Inaicta 2008. Tidak termasuk untuk kategori Robot dan Telkom Smart Campus yang penjuriannya belum rampung:

e-Government

  • WEBGIS SIMPOTENDA dari PT. Webgis Indonesia
  • GtPerijinan – Software Perijinan Daerah dari PT. Gamatechno Indonesia
  • SIMPADU (Sistem Informasi Pelayanan Perijinan) dari CV. Waditra Reka Cipta
  • Sistim Informasi Pajak Kendaraan Bermotor – PAMOR dari PT. Digital Sistem Semesta
  • Re-QuiC (Real & Quick Vote Counting) dari PT. Mitra Mandiri Informatika

e-Business, sub Kategori Korporasi

  • SPBU Information Management System 2008 dari PT. Penta Pilar Integrasi
  • Time & Attendance Smart2K V5 dari PT. Intisar Primula
  • Java mobile media:M-Tabloid,m-magz,m-newspaper dari PT. Mora Technomedia
  • Automatic Meter Management Using Wireless Mesh Net dari St. Andika Sutedjo
  • CONFINS dari PT. Adicipta Inova

e-Business, sub Kategori KUKM

  • Q-OSK NET : Smart Embeded System for Internet Cafe dari QUASAR
  • INDONESIA EXPORT / IMPORT TARIFF dari Indonesia Freight Online
  • BiOS Baliwae – Billing Warnet Open Source dari Baliwae
  • Penjualan dan Stok Barang 5.5 dari PT. Bamboomedia Cipta Persada
  • GrowUrl.com: Tumbuhkan Website Anda dari GrowUrl

e-Business, sub Kategori e-Health

  • Dataku dari Kelompok Keahlian Teknik Biomedika
  • Personal Pregnancy Guide dari Nurrizki Akbar Brahmantyo
  • SEHATi (Aplikasi SIM RS Terpadu) dari CV. Waditra Reka Cipta
  • CPDOKTER dari Perhimpunan Informatika Kedokteran
  • InfoKes ( Informasi dan Monitoring Kesehatan ) dari PT. Inovasi Tritek Informasi (Inovasi.net)

e-Tourism & Culture

  • Wediombo Ecotourism Website dari Perkumpulan Masyarakat Konservasi Wediombo Lestari
  • Coorde dari Coorde
  • Eazy Ticket dari Binus University
  • E-Travel Map web 2.0 by Indo.com dari PT. Bali Iklanindo Semesta
  • JBATIK dari IGOS Center Bandung & Pixel People Project

e-Education

  • Simulasi 3D untuk Keaksaraan Fungsional dari BPPNFI Regional IV Surabaya
  • GtAkademik – Integrated Academic Solutions dari PT. Gamatechno Indonesia
  • BRAILLEVOICE dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Aplikasi Pembelajaran untuk Tuna Rungu & Wicara dari PT. Telkom Indonesia
  • Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan dari PT. Jalin Mayantara Indonesia

Entertainment, sub kategori Animasi

  • Pringgodani dari Gatotkaca Studio
  • The Orang Utan dari Main Games Studio
  • Kabayan dan Lip Lap dari Castle Production
  • War in the Kitchen dari Institut Teknologi Harapan Bangsa
  • Jungle Forever dari Sky Boost Animation Studio

Entertainment, sub kategori Games

  • Heart of City dari BINUS University
  • Blaster dari Main Games Studio
  • LiLO dari PT. Antar Mitra Prakasa
  • Kabayan dan Hutan Indonesia dari Castle Production
  • Kabayan Copter dari Castle Production

Tools & Infrastructure

  • QUASAR PHANTOM System : Bandwidth Management dari QUASAR
  • Aircraft Tracking Tools dari STMIK AMIKOM Yogyakarta
  • Foto/video Udara Menggunakan Wahana Tak Berawak dari Fakultas Teknik Universitas Lampung
  • ECare103 dari ELCO Solutions
  • EGFax 3in1 dari ELCO Solutions

Research and Development (R & D)

  • IGOS Linux Voice Command dari BPPT/Telkom RDC
  • Algoritma enkripsi BC3 dari Yusuf Kurniawan
  • 3D Aircraft Visualization dari STMIK AMIKOM Yogyakarta
  • BuddyMiner dari Universitas Kristen Duta Wacana
  • Truss Optimizer dari Universitas Kristen Maranatha

Student Project, sub kategori SD

  • Flower Festival dari SD Tarakanita, Gading Serpong, Tangerang
  • Aku & Tamanku dari SD Tarakanita, Gading Serpong, Tangerang
  • Pemanasan Global dari SD Charitas, Jakarta
  • Yesterday dari SD St. Ursula, BSD, Tangerang
  • AIR RACE dari SD St. Ursula, Jakarta

Student Project, sub kategori SMP

  • Lalu Lintas dari SMP Harapan 1, Medan
  • MyQ smileys dari Fauzan Helmi Sudaryanto
  • The Warrior dari SMP St. Laurensia, Tangerang
  • QUIZ – WHAT TYPE OF ANIMAL ARE YOU dari SMP St. Ursula, Jakarta
  • BIG GAME dari SMP St. Ursula, Jakarta

Student Project, sub kategori SMA / SMK

  • Virtual Chef dari SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo
  • Web Based Mobile Tracking dari SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo
  • MAX Lab dari SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo
  • Peradnya Steganografi dari SMA 4, Denpasar
  • Peradnya Virus Cleaner dari SMA 4, Denpasar

Student Project, sub kategori Perguruan Tinggi

  • Mobile Surveyor dari Institut Teknologi Bandung
  • Genetic dari Binus University
  • EasyHotspot dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • UMS (Unified Modelling Studio) dari STMIK AMIKOM Yogyakarta
  • Perangkat Lunak Sistem Kendali Listrik Pada Gedung dari Universitas Pasundan

( wsh / amz )

Filed under: Berita ICT

Bergerak

Guys n girls, artikel bagus buat yang mau “berubah”…….kejutan

Bergerak

(Sumber: Bergerak oleh Rhenald Kasali)

move!“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, “Change“.
Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.

Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.”
Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu.
Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu.
Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak.
Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!”
Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.
Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak.
Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

“Saya pikir Bapak cuma main-main …………”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya….”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang….”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari.
Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja.
Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.

Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras.
Ia bisa menilai “gila” nya orang disana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasasama dengan mereka, ia pun protes.
“Gila aja….ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…..”. Lantas, apa yang kamu maksud ’sakit’?”

“Orang ’sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari…..,” katanya penuh semangat. Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana.
Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari,
Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak.
Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik.
Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja.
Wacana yang kosong akan destruktif.

Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.

Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!.

Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh
orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara
di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.
Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural.

Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.
Manusia pemenang adalah manusia yang responsif.

Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah
“Winners take action, they simply get up and do what has to be done”.

Selamat bergerak!

Sumber : http://pasca.elcom.umy.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=18

Filed under: Artikel

‘Software Lokal Indonesia, Just Do It!’

Fransiska Ari Wahyu – detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta – Pengembang piranti lunak di Indonesia diminta lebih berani lagi dalam mencoba dan berbisnis. Moto just do it dari sebuah produsen sepatu pun diserukan untuk diikuti.

Seruan itu disampaikan Alan M. Davis, Professor dari College of Business di Colorado dalam seminar ‘Role of asia in Global Software Engineering in the Flat World’ yang digelar di Auditorium Kampus 3, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (24/9/2007).

Menurut Davis, meski Indonesia tidak masuk 10 besar produsen piranti lunak dunia, sebenarnya Indonesia punya kesempatan menjadi pemain software yang handal. Salah satu faktornya, papar Davis, manusia Indonesia terbiasa bekerja dengan jam kerja 10-12 jam per hari.

Namun, ia menambahkan, orang Indonesia cenderung kolot dan bingung atau takut bila berada di depan. “Just do it! Seharusnya Indonesia itu just do it!” ia berseru.

Pelaku industri piranti lunak lokal, ujar Davis, harus lebih berani mengambil resiko. Di sisi lain Davis menggariskan perlunya kebijakan yang mendukung industri, selain dukungan dari publik pengguna.

Soft Skill

Masih di seminar yang sama, Inggriani Liem dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Karsono dari PT Astra Honda Motor (AHM)menuturkan pengalaman kerjasama yang telah digelar ITB dan AHM dalam menggali potensi sumberdaya Teknologi Informasi.

Keduanya beranggapan, sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dalam proses rekayasa software. SDM dinilai sangat perlu dalam pengembangan produk piranti lunak, baik yang akan digunakan dalam operasional ataupun yang sifatnya penunjang.

Indri mengatakan, selain kompetensi teknis, perlu juga dikembangkan soft skill dari para SDM. Soft skill ini terkait dengan kepribadian. Tanpa kepribadian yang baik, SDM piranti lunak di Indonesia dinilai akan kurang lengkap. ( wsh / wsh )

Filed under: Berita ICT

Schedule

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Statistik Blog

  • 39,092 hits

Nasywa Amania Hidayat

My Self

Dosen dan technopreneur. Founder Portal BanyumasPromo.Info, Unsoed.Net dan CEO Solusindo Telematika. Hobiku adalah olahraga, brandingku adalah social networking & blogging, karakterku adalah entrepreneurship & teaching, silaturahmi adalah motivating & inspiring people.

My Contact Lines

Mohon menghubungi saya jika ada kepentingan di beberapa media di bawah ini : # Mobile Phone: 08122718132 # Yahoo Messenger: nurul15053 # Email: nurul_unsoed@yahoo.com # Friendster: nurul.unsoed@gmail.com # Facebook: Nurul Hidayat

Album Kita

hkki jogja

Seminar Hari TI

badminton

Tempat penyimpanan data online "hdonline"

deluxe_room 613

Hotel Atlet Cenury Park

timeschedule0607

IMG_2167

Gunung slamet

IMG_2152

More Photos