Tadi pagi pertandingan babak pemula catur saya melawan pak edy yuwono skor 2-0, luar biasa baru kali ini saya bisa kalahkan pak ketua RT saya. Sori ya Pak.
Filed under: Uncategorized
5 August, 2007 • 5:51 am 2
Tadi pagi pertandingan babak pemula catur saya melawan pak edy yuwono skor 2-0, luar biasa baru kali ini saya bisa kalahkan pak ketua RT saya. Sori ya Pak.
Filed under: Uncategorized
1 August, 2007 • 5:10 am 1
Menkominfo: Pejabat Eselon I adalah Chief Information Officer
Achmad Rouzni Noor II – detikInet
Jakarta, Seluruh pejabat Eselon I di tiap departemen pemerintahan akan ditunjuk menjadi chief information officer (CIO). Nantinya, posisi CIO tepat langsung di bawah menteri yang membawahi departemen itu.
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan, selain di tiap departemen, posisi CIO juga akan turun disematkan pada pejabat Eselon I di tiap pemerintah provinsi (pemprov).
“Sehingga terbentuk satu link utuh untuk kesatuan informasi,” ungkapnya di hadapan para pengusaha TIK yang tergabung dalam Komite Tetap Kadin Telematika, di Wisma Kadin, Selasa petang (31/7/2007).
Nantinya, kata Nuh, tiap CIO itu akan mempertanggungjawabkan key performance indikator di tiap wilayah kekuasaannya kepada Dewan Teknologi Informasi Komunikasi Nasional (DeTIKNas).
Nuh yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Harian DeTIKNas mengatakan, penunjukan CIO tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan peranan TIK di sektor pemerintah.
Ia menegaskan, upaya lain yang harus segera direalisasikan ialah tujuh flagship DeTIKNas, yakni Single Identity Number (SIN) yang dibawahi Departemen Dalam Negeri, National Single Window (NSW) dan e-Budgeting oleh Departemen Keuangan.
Selain itu, Palapa Ring dan legalisasi software pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika, e-Education yang digarap Departemen Pendidikan Nasional, serta e-Procurement yang koordinasinya ada di bawah Bappenas.
Filed under: Berita ICT
• 5:08 am 0
Jakarta, Universitas Gunadarma berharap Indonesia Goes Open Source bisa melanjutkan proses sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah. Kendala kurangnya pengguna warnet bersistim Open Source konon akibat kurangnya sosialisasi ini.
Hal itu diungkapkan Adang Suhendra, Kepala Jurusan Sistim Informasi, Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), Universitas Gundarma. Menurut Adang, mayoritas pengguna warnet dari pelajar memerlukan sosialisasi.
“Perlu dukungan dari yang di atas. ‘Yang di atas’ maksud saya adalah Diknas, Ristek dan Kominfo. Mereka harus menunjuk sekolah sebagai target melakukan proses sosialisasi,” ia mengungkapkan kepada detikinet di sela-sela pelatihan Training of Trainers (ToT) Waroeng IGOS di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Jumat (22/7/2005).
Waroeng IGOS adalah distribusi sistim operasi Linux yang dikembangkan oleh Universitas Gunadarma dan Badan Pengkajian Penelitian Teknologi. Waroeng IGOS dirancang khusus untuk warung internet yang ingin beralih ke Open Sourcw.
Kegiatan ToT itu sendiri merupakan kerjasama lima kementerian (Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Riset dan Teknologi, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Hukum dan HAM dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara) bersama dengan Universitas Gunadarma dan Asosiasi Warnet Indonesia.
“Diknas tinggal tunjuk sekolah yang mana, mau sekolah yang datang ke Gunadarma untuk training atau gunadarma yang ke sana,” Adang mengajak.
Menurutnya Gunadarma akan memfasilitasi mulai dari materi pembelajarannya, traning, tempat, serta instruktur. Pelaksanaannya sendiri tinggal menunggu dari ‘atas’, ujar Adang. “Kita kan sifatnya volunteer di sini,” ia menambahkan.
Mulai Dari Rumah
Sebelum mensosialisasikan gerakan Open Source, Universitas Gunadarma berinisiatif untuk membenahi lebih dahulu ‘rumah’-nya. Di kampus Gunadarma segala sesuatu yang berhubungan dengan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKi), ujar Adang, diharuskan legal.
Menurut Achmad Benny Mutiara, Kepala Jurusan Teknik Informatika, Filkom, Universitas Gunadarma, pihak kampus telah menyerukan penggunaan software legal di linghkungan kampus. Ini mencakup pembuatan penelitian ilmiah, skripsi sampai ke pembuatan program atau aplikasi bagi mahasiswa yang mengajukan.
Untuk mengantisipasi kecurangan atau penipuan, lanjut Benny, setiap mahasiswa yang menyerahkan program harus menunjukkan lisensi software yang digunakannya. “Kita bisa lihat dari Serial Number-nya. Kalau ada kesamaan dengan temannya, misalnya, bisa ketahuan,” Benny mencontohkan.
Hal itu, lanjutnya, merupakan dukungan moral bagi mahasiswa untuk mensukseskan IGOS di Kampus. “Pokoknya semua yang berada di Gunadarma harus legal,” Adang menimpali.
(wsh/)
Filed under: Berita ICT
• 5:04 am 0
Jakarta, Penetrasi sistem operasi dan aplikasi berbasis software open source di Indonesia dinilai lamban karena komunitas pengembangnya lebih “banyak omong” daripada aksi nyatanya.
Padahal, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, open source sangat diharapkan menjadi jawaban untuk mengentaskan penggunaan software ilegal di Tanah Air.
“Kita agak lamban menggarap open source karena lebih banyak diskusinya ketimbang ngerjainnya,” selorohnya di hadapan para pengusaha TIK yang tergabung dalam Komite Tetap Kadin Telematika, di Wisma Kadin, Selasa petang (31/7/2007).
“Padahal mereka (komunitas open source Indonesia – red.) tinggal bilang, butuh biaya berapa untuk mengembangkannya agar bisa digunakan masyarakat secara user friendly,” tambahnya.
Nuh mengatakan, Departemen Komunikasi dan Informatika saat ini telah berhasil mengembangkan software yang bisa digunakan untuk proses migrasi, khususnya bagi warung internet (warnet) yang kerap jadi sasaran sweeping kepolisian karena masalah penggunaan sofware bajakan.
“Software open source ini sudah bisa diunduh melalui situs www.foss.web.id. Di dalamnya juga disertakan 40 program aplikasi yang bisa digunakan layaknya aplikasi yang ada di software proprietary,” tuturnya.(rou/dbu)
Filed under: Berita ICT
Recent Comments