Kecurangan dalam ujian, merupakan musuh utama dalam dunia pendidikan (yang
normal).
1. Plagiarism
Plagiarism is an extremely serious academic offense and carries penalties
varying from failure in an assignment to debarment from the University.
Definitions, procedures, and penalties for dealing with plagiarism are set
out in Trent University’s Policy on Plagiarism, which is available on
request from every department or college office or from the Registrar’s
Office and is also contained in the University Calendar.
http://www.trentu. ca/academic/ nativestudies/ Syllabus/ sylnast260. html
Sementara, instansi pendidikan kita, “malahan seperti” memeliharanya.
2. Depdiknas Harus Umumkan Kecurangan UN
Penulis: Sidik Pramono
JAKARTA–MIOL: Pemerintah mesti mengumumkan ke publik secara transparan soal
kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Termasuk sanksi yang
dijatuhkan untuk pelaku tindakan tidak terpuji itu.
Jika Depdiknas tidak melakukan hal tersebut, akan menjadi preseden buruk
bagi pelaksanaan UN, serta memberikan efek negatif ke guru.
http://www.media- indonesia. com/berita. asp?id=132077
Memang seperti lucu. Yang ngomong “dianggap” idealis. Namun jika kecurangan
dalam ujian diakomodasi, kita jadi rancu tentang kualitas lulusan.
Ujung-ujungnya yang rugi masyarakat juga.
Saya ucapkan selamat berjuang bagi guru-guru di Sumatera Utara, yang mencoba
memerangi kecurangan UN, walau bisa terkena resiko dari Dinas Diknas setempat.
3. 500 guru di Sumut tuntut kecurangan UN diusut, 02 mei 2007
http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 05/tgl/02/ time/154013/ idnews/775248/ idkanal/10
salam,
WA
Filed under: Artikel
Dosen dan technopreneur. Founder Portal BanyumasPromo.Info, Unsoed.Net dan CEO Solusindo Telematika. Hobiku adalah olahraga, brandingku adalah social networking & blogging, karakterku adalah entrepreneurship & teaching, silaturahmi adalah motivating & inspiring people.









ujian nasional bukanlah sebuah permainan yang harus dicurangi. ujian ini menentukan masa depan siswa tersebut. menurut saya kasus ini memeng harus segera diusut untuk mendapatkan kejelasan dr Pemerintah. Bpk/Ibu guru di Sumut ” Saya salut!”