Nurul Hidayat

man jadda wa jada

Tentang Unsoed

Sekitar tahun 1960, lembaga pendidikan yang ada di derah Banyumas baru sampai pada tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas baik umum maupun kejuruan. Sedangkan hasrat dan minat masyarakat untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi, semakin meningkat.

Pada waktu itu, para lulusan SMTA yang akan melanjutkan pendidikan, terpaksa harus mencari ke luar daerah Banyumas. Hal tersebut hanya terjangkau oleh para lulusan SMTA, yang orang tuanya mampu dan bersedia membiayainya. Kemudian timbul usaha melalui pimpinan masyarakat, baik formal maupun informal, untuk mendirikan Universitas di daerah Banyumas. Usaha tersebut mulai dirintis dengan :

1. Membentuk Panitia Pendiri Fakultas Pertanian pada tanggal 10 Februari 1961, sebagai embrio atau modal dasar berdirinya Universitas Jenderal Soedirman di daerah Banyumas yang berkedudukan di Purwokerto.

2. Mendirikan sebuah yayasan pembina yang bernama Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman, dengan Akte Notaris nomor : 32 tanggal 20 November 1961.

Atas terbentuknya Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman, maka segala tugas dan kewajiban serta hak milik Panitia pendiri Fakultas Pertanian, diserahkan kepada Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman. Atas usaha Pendiri Fakultas Pertanian yang kemudian dilanjutkan oleh Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman, berhasil didirikan Fakultas Pertanian, dan untuk sementara di bawah naungan Universitas Diponegoro yang berlokasi di Purwokerto, dengan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 121, tanggal 20 September 1962.

Setelah Fakultas Pertanian berdiri masyarakat Banyumas semakin bersemangat untuk mendirikan suatu Universitas. Hal ini terbukti dengan mengalirnya berbagai bantuan, baik berupa moril maupun materiil dari seluruh penjuru Karesidenan Banyumas (Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara). Pengurus Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman dan para pemimpin Masyarakat, baik formal maupun informal, berusaha menghubungi tokoh-tokoh Perguruan Tinggi (UGM, IPB dan UNDIP) dan Pimpinan Departemen PTIP, pimpinan Daerah Tingkat I Jawa Tengah, Pimpinan Angkatan Darat dan Instansi-instansi lainnya, dalam usaha mendirikan suatu Universitas.

Di samping bantuan dari berbagai pihak, dan atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, pada tanggal 23 September 1963, lahirlah Universitas Negeri di daerah Banyumas dengan nama Universitas Jenderal Soedirman, yang berkedudukan di Purwokerto, dengan Keputusan Presiden RI No. 195 tangggal 23 September 1963 dan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 153, tanggal 25 Nopember 1963. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri PTIP – Prof. Dr. TOJIB HADIWIDJAJA, pada hari Minggu tanggal 27 November 1963, bertempat di rumah dinas Residen Banyumas di Purwokerto.

Beberapa pertimbangan pemakaian nama Jenderal Soedirman untuk nama Universitas tersebut adalah : patung Jenderal Soedirman

1. Dalam persiapan dan usaha berdirinya Universitas ini, Angkatan Darat, dari tingkat Daerah sampai dengan tingkat Pusat, memberikan saham yang tidak sedikit.

2. Almarhum Jenderal Soedirman , sebagai Bapak TNI, yang namanya tidak tercela dan dapat dijadikan suri tauladan bagi generasi penerus, kelahiran daerah Banyumas.

3. Sudah disadari sejak awal, bahwa penyelenggaraan suatu Universitas dibutuhkan kerja tekun, teliti, terus menerus dan tak terputus-putus, memiliki pandangan yang jauh ke depan dengan tidak melupakan fakta sekarang (yang ada), sebagaimana telah diwariskan oleh almarhum Jenderal Soedirman, dengan semangat “MAJU TERUS PANTANG MUNDUR – DAN TIDAK MENGENAL MENYERAH, dalam menyumbangkan amal baktinya kepada Nusa, Bangsa dan Negara.

4. Diharapkan, dengan mengabadikan nama Jenderal Soedirman, alumni Universitas Jenderal Soedirman memiliki jiwa, semangat dan pribadi yang baik, berani membela kebenaran, kejujuran, keadilan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sanggup meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh almarhum Jenderal Soedirman semasa hidupnya.

Seperti telah diuraikan di muka, bahwa dalam proses mempersiapkan berdirinya Universitas Jenderal Soedirman, peranan Angkatan Darat sangat banyak membantu. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain :

1. Pernyataan terima kasih dari Pimpinan Angkatan Darat (almarhum Jenderal A. Jani) kepada masyarakat Banyumas dan sekitarnya, atas bantuannya dalam penumpasan gerombolan DI/TII di perbatasan daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

2. Sebagai pernyataan hormat dan penghargaan serta untuk mengenang jasa almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman pada perang Kemerdekaan Republik Indonesia, maka didirikanlah monumen hidup, ialah Univesitas Jenderal Soedirman.

Universitas Negeri Jenderal Soedirman didirikan dengan Surat Keputusan Presiden RI tanggal 23 September 1963 Nomor : 195 tahun 1963 dan Surat Keputusan Menteri PTIP tanggal 25 November 1963, nomor 153 tahun 1963.

Pada mulanya Universitas Jenderal Soedirman mempunyai 3 Fakultas yaitu : Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomi.

Berdirinya fakultas-fakultas tersebut disiapkan oleh Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Pertanian diresmikan menjadi Fakultas Pertanian Negeri sebagai cabang Universitas Negeri Diponegoro Semarang dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tanggal 20 September 1962. Fakultas Biologi dan Fakultas Ekonomi diresmikan sebagai Fakultas Negeri dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tanggal 9 Oktober 1963, nomor 127 tahun 1963.

Pimpinan Universitas Negeri Jenderal Soedirman ada ditangan suatu Presidium yang anggota-anggotanya diangkat oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dengan Surat Keputusan tanggal 11 Oktober 1963 nomor 10200/UP/11/63, yang diubah dengan Surat Keputusan tanggal 29 Oktober 1963 nomor 12242/UP/63, terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1963.

Sesuai dengan Keputusan tersebut anggota-anggota Presidium adalah :

1. SOEMARDJITO : Residen Banyumas, sebagai Ketua, merangkap anggota.

2. LETKOL SOEGIHARTO : DANREM 071/WIJAYAKUSUMA, sebagai Anggota.

3. R. SOEROSO, SH : Koordinator Kejaksaan Negeri Karesidenan Banyumas, sebagai anggota.

4. R. KRIHARTO : Kepala Inspektorat Kepolisian Daerah Karesidenan Banyumas, sebagai anggota.

5. Dr. H.R.BOENJAMIN : Dekan Fakultas Pertanian, sebagai anggota.

Pada tanggal 3 Juli 1965 Pimpinan Universitas Negeri Jenderal Soedirman dijabat oleh LETKOL CHK. R.F.SOEDARDI, SH yang diangkat sebagai Rektor pertama oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dengan Surat Keputusan nomor : 5400/Sekret/BUP/1965 tanggal 18 Juni 1965.

Dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tanggal 3 Desember 1965 nomor 275 tahun 1965 dibukalah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, penyerahan dari Universitas Islam Indonesia cabang Yogyakarta di Purwokerto. Serah terima dilakukan pada tanggal 10 Februari 1966. Perkembangan selanjutnya Rektor Universitas Jenderal Soedirman melalui Surat Kep. 022/PT30.Y/E.1979 membentuk Panitia untuk menjajagi kemungkinan berdirinya Fakultas Hukum dan mengadakan konsultasi dengan fakultas hukum di beberapa universitas yang sudah lebih awal lahir seperti : Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada

Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, Panitia membuat rencana lengkap untuk mendirikan Fakultas Hukum. Melalui surat kawat tanggal 13 Mei 1981 dari Direktur Pembinaan Sarana Akademis atas nama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen P & K, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dapat mulai menerima mahasiswa tahun akademik 1981/1982. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50/1982 Fakultas Hukum secara resmi menjadi salah satu Fakultas di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman. Dengan berdirinya Fakultas Hukum, maka Universitas Jenderal Soedirman sampai dengan tahun 1981 mempunyai 5 Fakultas dan 3 Program Diploma :

1. Fakultas Pertanian

2. Fakultas Biologi

3. Fakultas Peternakan

4. Fakultas Ekonomi

5. Fakultas Hukum

Sedang 3 Program Diploma tersebut yaitu :

1. Diploma Pendidikan Ahli Administrasi Keuangan

2. Diploma Pendidikan Ahli Kesekretariatan

3. Diploma Pendidikan Ahli Ternak Unggas dan Perah

Selanjutnya dengan telah disahkannya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universitas Jenderal Soedirman tahun 1981 – 1991 serta Rencana Universitas Lima Tahun Pertama ( REUNLITA I ) tahun 1983-1988 telah diambil suatu kebijaksanaan untuk memprogramkan pendirian atau pembukaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun akademik 1984/1985.

Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan FISIP maka Rektor Universitas Jenderal Soedirman telah membentuk Panitia Pendirian atau Pembukaan FISIP dengan Surat Keputusan No. Kept. 81/PT30.Y/X 1983.

unsoed sekarangSebagai hasil Kegiatan Panitia, akhirnya berdasarkan SK Dir. Jend. Dikti No.29/DIKTI/Kep/1984 tanggal 17 Mei 1984, mulai tahun akademik 1985/1986 telah dibuka dua program S1 yaitu Administrasi Negara dan Sosiologi di bawah Fakultas Hukum.

Melalui SK Mendikbud No. : Kept. 0377/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993, maka Program Studi Sosiologi dan Administrasi Negara yang semula bernaung di bawah Fakultas Hukum telah resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Usaha pengembangan Universitas Jenderal Soedirman dilanjutkan dengan pembukaan Program Magister (MM) tahun 1996 berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud No. 205/Dikti/Kept/1996 tanggal 10 Juli 1996. Pada tahun 1997 berdasarkan Sk Rektor No. 102/J23/PP/1997 bulan Mei 1997 dibuka Program Diploma 3 (tiga) yaitu : Program Diploma 3 Akuntansi, Program Diploma 3 Bahasa Inggris dan Program Diploma 3 Manajemen Sumberdaya Hayati Perairan (MSHP) yang selanjutnya disetujui dengan SK Dirjen Dikti No. 05/DIKTI/Kept./1999 tanggal 7 Januari 1999.

Hingga tahun 2003 Unsoed telah memiliki 6 (enam) Fakultas dengan 33 Program S1, 9 Program Diploma Tiga dan 8 Program Pascasarjana.

Edit this entry.

8 Responses to “Unsoed”

  1. AGUNG PRAPTAPA Says:
    1 February, 2007 at 2:53 pm editGood information Nurul !! I enjoy your writings in this blog. Cheers !!!
  2. Hartati Says:
    28 April, 2007 at 3:12 am editinformasi yang sangat membantu mahasiswa terutama mereka yang berasal dari luar Mbanyumas kayak saya
  3. Hartati Says:
    28 April, 2007 at 3:14 am editinformasi yang sangat membantu mahasiswa terutama mereka yang berasal dari luar Mbanyumas kayak saya. Apalagi baru masuk Pra-MM..critane angkatan XX Pak……….
  4. Magisterbio Says:
    18 July, 2007 at 4:55 am editMas Nurul gimana caranya, supaya website dengan domain wordpress.com terdeteksi searching engine seperti google
    Terima kasih
  5. magisterbiologi Says:
    28 July, 2007 at 11:21 am editTollooooooong….3x Mas Nurul, gimana caranya, supaya blog http://magisterbiologi.wordpress.com/ dapat terdeteksi searching engine seperti google dan yahoo
    Matur nuwun
  6. delindotekno Says:
    14 January, 2008 at 6:10 am edit…saya numpang juga nich mas, ….aku juga lagi belajar ngeblog mas, nurul blog lokasinya dimana sich…*http://www.delindotekno.wordpress.com*
  7. yura Says:
    22 May, 2008 at 1:32 pm editHi aku alumni hukum UNSOED angkatan 99 lulus 2004 salam salam

    Info bagus nurul salam kenal yooo

  8. Ika Says:
    10 January, 2009 at 9:13 pm editaku alumni Unsud D3 Bahasa Inggris th. 2002 dan sekarang sedang melanjutkan study di Nürnberg, Jerman. Kapan reuni akbar? Salam kenal

Filed under: Unsoed ,

Public Speaking and Leadership

* “Powerful leadership comes from knowing what matters to you. Powerful
presentations come from expressing this effectively.” *
*Peter Urs Bender – Speaker and Leader*

*Tips #129:
Public Speaking and Leadership *

Materi oleh: Peter Urs Bender

Ada banyak sekali orang yang khawatir, grogi, atau takut, pada yang namanya
“berbicara di depan publik”. Di dalam orang-orang ini, termasuk juga para
pemimpin dari berbagai perusahaan besar. Padahal, public speaking dan
leadership adalah pasangan sehidup semati yang abadi.

Bayangkan bahwa Anda harus berbicara di depan orang banyak, di suatu event
rapat umum pemegang saham (RUPS) atau sesi pertemuan yang sejenis:

- Anggota dewan direksi, mengkhawatirkan laba yang rendah atau malah
kondisi merugi.
- Para pemegang saham, kecewa karena turunnya nilai pasar saham, atau
turunnya dividen jatah mereka.
- Kelompok LSM, berdemo atau memprotes praktek atau kebijakan
perusahaan.
- Manajemen dan karyawan, mengkhawatirkan PHK.

Apakah Anda mau berbicara di hadapan audience seperti itu? Mungkin Anda
tidak mau, tapi Anda harus. Bagaimanakah caranya agar Anda bisa meninggalkan
jejak-jejak impresi yang positif bagi mereka?

*DUA HAL UNTUK MENUJU SUKSES: PUBLIC SPEAKING DAN LEADERSHIP*

Untuk menciptakan sebuah presentasi yang powerful, Anda harus terkoneksi
dengan pesan Anda. Semakin Anda intim dengan topiknya — dengan kata lain,
semakin yakin Anda berkaitan dengan topik itu, alias semakin PD Anda tentang
topik itu, ditambah dengan kemampuan ‘merasakan’ dan keinginan untuk berbagi
dengan orang lain, maka akan semakin powerful presentasi Anda.

Bayangkan ada dua orang pembicara. Seorang berbicara tentang sesuatu yang
telah dipelajarinya, dan seorang yang lain berbicara tentang sesuatu yang ia
telah hidup di dalamnya. Di manakah letak perbedaannya?

Pembicara pertama, pengetahuannya adalah sumber pengetahuan sekunder yang
didasarkan pada pengalaman orang lain. Pembicara ini lebih “dekat ke otak”,
lebih intelek. Itu bagus. Hanya saja, cenderung tidak meninggalkan jejak
impresi yang permanen.

Pembicara kedua, pengetahuannya adalah mata air utama. Ia bukan tentang
sumber mata air. Ialah mata air itu. Pembicara itu bukan sumber pengetahuan,
pembicara itulah pengetahuan. Pembicara itu punya emosi, humor yang alamiah
tentang suka-duka yang dialami, dan mata batin yang peka akan bidangnya.

Semakin banyak pembicara mendasarkan presentasinya pada pengalaman pribadi,
semakin baik presentasinya. Begitu pula yang berlaku untuk kepemimpinan.

Para pemimpin yang powerful, adalah para pemimpin yang telah memimpin
dirinya sendiri. Buku teks dan sekolah bisnis memang amat membantu. Lebih
dari itu, memiliki visi, semangat, dan keberanian, adalah jiwa dari buku
teks dan sekolah bisnis yang telah dienyamnya. Itulah yang lebih
diperhitungkan. Dan ingatlah bahwa sesungguhnya kualitas dan karakter ini,
telah ada di dalam diri Anda!

Powerful leadership dan powerful presentation punya hubungan yang intim.
Powerful leadership datang dari pengetahuan mendalam tentang diri sendiri.
Powerful presentation datang dari kemampuan mengekspresikan diri dengan
efektif. Jadi, amatlah penting bagi Anda, untuk mengembangkan keduanya
sekaligus.

*MEMIMPIN DARI DALAM*

Orang-orang yang telah lama mempelajari manusia, akan sampai pada kesimpulan
bahwa:

Kepemimpinan datangnya dari dalam. Ini artinya, Anda tidak berbeda dari Bill
Gates, Peter Munk, Ted Rogers, Michael Cowpland dan sebagainya. Anda semua
adalah bibit unggul yang sama.

Ada beberapa keahlian penting yang bisa Anda pelajari, untuk menumbuhkan
serta menyuburkan bibit itu. Pilihan Anda untuk tidak atau mau mengembangkan
keahlian ini, menentukan sukses atau tidaknya Anda.

Hal terbesar yang menghalangi Anda, adalah ketakutan Anda. Anda mungkin
takut untuk berdiri dan ambil bicara, mengungkapkan isi hati dan pikiran
Anda. Mungkin juga, Anda khawatir akan menuai kritik dan cemooh, atau merasa
akan terlihat bodoh.

Berikut ini adalah lima langkah mendasar untuk mengembangkan kepemimpinan
dari dalam.

*1. Kenalilah Diri Sendiri*

Plato telah mengatakannya 400 tahun sebelum masehi. Stephen Covey dan
Anthony Robbins mengatakannya hari ini. “Ketahuilah nilai-nilai pribadi
Anda. Dengarlah suara hati.” Kepemimpinan lebih dari sekedar mengatur orang
lain. Kepemimpinan dimulai dengan memimpin diri sendiri. Dengan memahami apa
yang terpenting, melakukan hal yang terpenting, dan membangun integritas.
Dengan membangun konsistensi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Itu
sebabnya, pemimpin yang paling efektif adalah pemimpin yang memimpin dengan
contoh dan teladan.

*2. Milikilah Visi dan Semangat*

Visi adalah gambaran dari dalam, tentang sesuatu yang belum terjadi. Visi
adalah impian, dengan rencana, dengan deadline, dan dengan tindakan.
Mulailah dengan ide. Ide inilah yang merupakan cetak biru, seperti cetak
biru untuk bangunan pencakar langit. Inilah yang memandu strategi dan
tindakan, yang menjadikannya sebuah kenyataan.

Identifikasi ide visi Anda dengan mewaspadai apa yang sering melintas di
kepala, dan apa yang hati Anda terus-menerus menyuarakannya. Suara di kepala
Anda memanggil, hati Anda memanggil. Itulah panggilan untuk jiwa dan visi
Anda.

Waspadai ini: paling…, lebih…, ter…

Untuk merealisasi visi, Anda harus punya semangat. Apa yang membuat Anda
sangat bersemangat? Itukah visi Anda? Apa yang Anda sangat bersemangat
menceritakannya kepada orang lain? Itukah visi Anda?

Waspadai ini: desire, motivasi, misi, arah.

Semangat adalah kekuatan yang mengubah ide menjadi kenyataan.

*3. Ambillah Risiko*

Anda mau membeli perusahaan yang penjualannya di seluruh dunia mencapai 700
milyar dollar tahun 1994, tapi hanya 300 milyar dolar di tahun 1995? Michael
Cowpland mau. Ia membeli WordPerfect, dan dengan berani menantang Microsoft
Word. Ia percaya bahwa dengan beberapa perubahan, WordPerfect akan menjadi
pengolah kata nomor satu di dunia.

Ia mungkin kalah dari Microsoft Word, tapi ia telah berani mengambil risiko
untuk kekaisaran softwarenya. Ia adalah contoh manusia yang menikmati
risiko. Tidak selalu berhasil memang. Ia — seperti pengambil risiko
lainnya, hanya tahu satu hal: mereka memang “harus” melakukannya.

Ray Croc, Walt Disney atau Mary Kay Ash, harus “gagal” tujuh kali sebelum
berhasil. Thomas Alva Edison, harus “gagal” 700 kali sebelum ia memberi kita
bohlam. Dan ia mengatakan, “Saya telah ‘berhasil’ menemukan 700 cara yang
salah untuk membuat lampu pijar.” Kolonel Sanders, harus mendatangi lebih
dari 900 restoran sebelum kita bisa menikmati Kentucky Fried Chicken.

Tanyalah diri Anda sendiri, berapa kali harus jatuh dan lecet, sebelum bisa
naik sepeda.

Sesungguhnyalah, Anda adalah pengambil risiko yang sejati.

Mengambil risiko adalah bertindak sesuai keyakinan. Mau merubah pikiran dan
perbuatan. Menggeser paradigma, mengambil keputusan, menjaga komitmen,
bicara nyeplos, dan berbagi kekuatan dengan orang lain.

*4. Berkomunikasilah*

Ini yang sedang kita pelajari dan dalami. Tahukah Anda, sebelum Windows 95
di rilis, tuan Gates telah menyewa seorang konsultan bicara? Tuan Gates
belajar keras untuk berkomunikasi, mengkomunikasikan Windows-nya. Dan
tahukah Anda? Anda sedang menggunakannya detik ini!

Ingatlah bahwa semua organisasi dan perusahaan adalah sama. Setiap orang di
dalamnya, harus bisa mewakili organisasi atau perusahaan, kapan pun ia
terlibat dalam komunikasi. Setiap orang di dalam organisasi dan perusahaan,
adalah salesman. Belum lagi: meeting, rapat, telepon, surat, email, web, sms
dan seterusnya.

Berkomunikasilah.

*5. Ceklah Selalu Progres dan Hasil*

Monitorlah segala sesuatu. Lihatlah bagaimana orang meluncurkan roket.
Lihatlah bagaimana ruang UGD. Lihatlah apa yang terjadi di BMG. Lihatlah
meeting setiap pagi di kantor Anda. Monitorlah segala sesuatu. Jagalah agar
tetap di jalur.

*POWER PRESENTATION*

Rahasia power presentation ada pada:

Kata-kata
Bahasa tubuh
Perlengkapan bicara
Lingkungan bicara
Persiapan bicara

Latihlah selalu, cara terbaik untuk menyuarakan poin terpenting Anda.
Lakukan setidaknya untuk 60 detik. Jiwailah poin terpenting Anda.

Mulailah selalu dengan tersenyum. Simple, paling powerful. Aslilah,
hangatlah, tuluslah, percaya dirilah.

Manfaatkan sedikit humor. Usahakan berasal dari pengalaman pribadi.

Padati dengan kata-kata positif.

Hidupkan bicara Anda. Beri perasaan, rasa saling percaya, dan antusiasme.

Gerakkanlah audience Anda. Mintalah mereka bertindak.

*LEADERSHIP DAN POWER PRESENTATION: MENGAWINKAN KEDUANYA *

Hadapi kenyataan. Anda adalah pemimpin. Anda mungkin CEO, presdir, direktur,
general manager, manager, supervisor, atau ketua tim. Berkomunikasilah
sesuai kenyataan itu.

Hadapi hal negatif dengan adu kepala. Jadilah domba garut. Mulailah dengan
menyampaikan fakta. Bila perlu, mintalah bantuan ahli grafis profesional
untuk mendukung presentasi Anda.

Dengar dan simak jika audience bicara, apapun bicaranya. Sekalipun mereka
bicara gila, dengarkan juga.

Rilekslah.

Temukan gairah dan ghirah Anda. Berbagilah dengan mereka. Ingatlah bahwa
setiap orang ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan perusahaan atau
organisasi.

Berlatihlah sebelumnya.

Senyum dan jagalah perspektif Anda.

Ambillah risikonya. Berbeda, tidak diharapkan, atau bahkan sedikit fun itu
sudah biasa.

*KESIMPULAN*

Memimpin di zaman ini, adalah memimpin dengan berbicara. Bicara di zaman
ini, adalah berbicara dengan memimpin. Memimpin adalah lebih dari sekedar
menyuruh-nyuruh orang lain. Memimpin juga bersuara. Memimpin juga berbicara.

Teladan dan contoh nyata ya, tapi bicara yang powerful juga. Teladan dan
contoh sudah pasti. Tapi tanpa bicara, kepemimpinan Anda pasti sudah mati.

*Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
*

Filed under: Artikel

Seminar : Nge-Blog Kita Bisa

.flickr-photo { border: solid 2px #000000; }
.flickr-yourcomment { }
.flickr-frame { text-align: left; padding: 3px; }
.flickr-caption { font-size: 0.8em; margin-top: 0px; }

SEMINAR BLOG : Seminar dan workshop pembuatan blog bertema “Nge-Blog Kita Bisa” yang diselenggarakan di kampus Unsoed Purwokerto, Sabtu (23/9).

Blog, Wujudkan Impian Jadi Orang Terkenal

- Dapat Berkomunikasi Dengan Siapapun

PURWOKERTO- Pernahkah anda membayangkan untuk dapat berkomunikasi langsung dengan orang-orang terkenal yang sekaligus juga anda kagumi melalui internet? Atau mungkin justru anda ingin menjadi terkenal seperti halnya mereka? Semua itu akan dapat terwujud apabila anda telah menggeluti dan menguasai dunia blog. Blog? Ya, demikianlah pendapat yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com, Aulia A Muhammad, dalam seminar dan workshop pembuatan blog “Nge-Blog Kita Bisa” yang diselenggarakan di aula Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto, Sabtu (23/9). Acara ini terselenggara berkat kerjasama suaramerdeka.com dengan Global

Institute(GI) Purwokerto dan Telkom Purwokerto.

Dalam sebuah tulisan di blognya yang berjudul “Gibran dan Moralitas Orang Tua”, Aulia memaparkan bagaimana kekuasaan orang tua dalam menghipnotis moral seorang anak. Dikatakan bahwa seorang anak bukanlah milik orang tuanya.

Menurut dia, tulisan itu memang sengaja ditujukan bagi artis Tamara Bleszynski yang dianggap begitu menguasai hak asuh anak kandungnya Rassya hingga menjauhkannya dari sang ayah. Tulisan tersebut mendapatkan 3 komentar dari bloger lainnya. Salah satunya adalah yang mengaku bernama Tamara dengan alamat bundarassya.blogspot.com.

“Anakku, bila ibu boleh memilih apakah berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu. Karena dalam mengandungmu, ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah”. Demikianlah penggalan komentar dari “Tamara”.

Yang menjadi pertanyaan, apakah benar komentar tersebut langsung meluncur dari artis terkenal Tamara Bleszynski? Anda tidak perlu risau memikirkan jawabannya. Simak saja pendapat Aulia berikut ini.

“Itulah fenomena di dunia maya dimana seseorang bisa menjadi siapa saja dan mengaku siapa saja. Kita juga bisa membenci ataupun mencintai siapa saja. Interaksi di dunia blog begitu intim dan nyata,” jelasnya..

Manfaat Blog

Aulia mengungkapkan, banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui blog. “Kita bisa menjadi diri sendiri, mengaktualisasikan apapun yang ada dalam pikiran kita, serta percaya bahwa tulisan kita tentang apapun akan dibaca oleh orang lain,” tuturnya.

Agar tulisan tersebut menjadi menarik, bloger dituntut untuk sensitif (mengetahui dan mengenal secara dekat apa yang ditulisnya) dan kreatif. “Bila semua itu sudah dilakukan, menjadi terkenal bukan hanya sekedar impian,” imbuhnya.

Sementara itu, pembicara lainnya, Nurul Hidayat M Kom (Dosen MIPA Unsoed), menjelaskan, blog dianggap spesial karena mudah digunakan, memungkinkan setiap orang berkolaborasi dan saling berbagi informasi, biaya murah dan tidak memerlukan keahlian khusus.

“Blog mengedepankan dialog dengan pembaca, personal, up to date, serta merefleksikan keunikan manusia,” jelasnya.(H10-)

Foto modem file 23icyber1-2.nas-H10-jpg
(SM/Hernandhono)

Filed under: Artikel

Schedule

January 2007
M T W T F S S
« Dec   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Statistik Blog

  • 39,140 hits

Nasywa Amania Hidayat

My Self

Dosen dan technopreneur. Founder Portal BanyumasPromo.Info, Unsoed.Net dan CEO Solusindo Telematika. Hobiku adalah olahraga, brandingku adalah social networking & blogging, karakterku adalah entrepreneurship & teaching, silaturahmi adalah motivating & inspiring people.

My Contact Lines

Mohon menghubungi saya jika ada kepentingan di beberapa media di bawah ini : # Mobile Phone: 08122718132 # Yahoo Messenger: nurul15053 # Email: nurul_unsoed@yahoo.com # Friendster: nurul.unsoed@gmail.com # Facebook: Nurul Hidayat

Album Kita

hkki jogja

Seminar Hari TI

badminton

Tempat penyimpanan data online "hdonline"

deluxe_room 613

Hotel Atlet Cenury Park

timeschedule0607

IMG_2167

Gunung slamet

IMG_2152

More Photos