Nurul Hidayat

man jadda wa jada

enak ya bisa tengkurap apalagi jalan

.flickr-photo { border: solid 2px #000000; }
.flickr-yourcomment { }
.flickr-frame { text-align: left; padding: 3px; }
.flickr-caption { font-size: 0.8em; margin-top: 0px; }

Alhamdulillah dede sudah bisa tengkurap.

Filed under: Artikel

PoS Open Source

http://www.rulisoft.com,  Anda seorang pengusaha toko atau sekedar mau tahu sistem informasi toko silahkan kunjungi websitenya, ada juga di stokbarang.com

Filed under: Artikel

[mifta-perjuangan] Seputar fatwa MUI ttg NATAL BERSAMA … SELAMAT NATAL

*Assalamu’ala Manittaba ‘alalhuda.*

*Untuk temen-temen non muslim, smoga ini bisa menjelaskan tentang sikap kami
yang muslim yang engga mengucapkan selamat hari raya natal. email ini saya
dapet dari teman saya yang merupakan temen saudara Usman (seorang dosen di
Maine university – kalo gak salah – berkebangsaan Indonesia, beragama
islam). *

*ada cerita yg gambarin indahnya persahabatan :)
semoga bermanfaat.*

——-Original Message——-

From: is-lam@i…
Date: Wednesday, December 19, 2001 12:26:30 AM
To: is-lam@i…
Subject: [is-lam] Seputar fatwa MUI

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera,

If only, rekan-rekan non-muslim tahu konsekuensi perayaan natal bersama bagi
muslim, Anda sekalian tak akan pernah memaki MUI dan juga tak akan pernah
berharap ada ucapan selamat natal dari muslim.

Anda merayakan kelahiran Jesus sebagai Juru Selamat, bukan Jesus sebagai
nabi, utusan Allah. Di sinilah salah satu perbedaan mendasar antara Islam
dan Kristen. Islam melihat Jesus sebagai seorang utusan Allah, manusia biasa
[bukan anak Tuhan], yang dibekali banyak mukjizat untuk mendukung
kerasulannya.

Merayakan natal bersama sebagaimana difahami oleh ajaran Kristen, berarti
sebuah pengakuan bahwa Jesus adalah sang Juru Selamat. Bagi orang Islam,
tindakan ini adalah perbuatan syirik [for sang Juru Selamat di dalam Islam
is Tuhan yang Esa -tidak beranak dan tidak diperanakkan, yang dalam bahasa
Arab disebut Allah].

Ketika Anda [Nasrani] mengucapkan selamat idul Fitri, tak ada konsekuensi
theologis bagi Anda. Tak mengubah pengakuan Anda bahwa Jesus adalah sang
Juru Selamat. Ketika muslim mengucapkan selamat natal dalam konteks yang
difahami ummat Nasrani, muslim itu telah mengakui bahwa Jesus is sang Juru
Selamat.

Kalimat yang konsekuensinya sepadan dengan ucapan selamat natal itu adalah
ucapan dua kalimat syahadah: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah,
danaku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah.”

Nah, beranikah Anda sekalian mengucapkan dua kalimah syahadah itu, yg oleh
karenanya Anda tidak lagi mengakui bhw Jesus is the Savior? yg oleh
karenanya juga Anda telah menjadi muslim?

Mohon alinea di atas itu Anda renungkan baik-baik.

Dengan apa yang sudah saya uraikan di atas, saya stand firmly behind fatwa
MUI tentang natalan ini.

Kepada mereka yang sempat menulis, “kalau saja MUI mengeluarkan fatwa agar
ummat Islam tak berhubungan dengan ummat lain”, saya minta baca lagi fatwa
MUI.
Di fatwa itu juga dianjurkan agar ummat Islam tetap menjalin hubungan dengan
non-muslim [dlm urusan yg tak terkait dengan akidah].

FYI, MUI juga tak akan mengeluarkan fatwa spt yang Anda ‘andaikan’ itu, krn
al Qur’an sendiri mengajarkan agar ummat Islam menjalin hubungan dengan
ummat lain dalam soal kemasyarakatan [hal-hal yang tak terkait dengan
akiqah]. Seandainya MUI mengeluarkan fatwa spt yang Anda ‘andaikan’, maka
muslim spt saya ini pertama kali akan menentang fatwa itu.

Kepada mereka yang menulis, MUI menteror minoritas dengan fatwanya, saya
sarankan untuk bisa menempatkan persoalan pada proporsi yang sebenarnya.

MUI sebagai kumpulan ulama punya kewajiban mengingatkan ummat Islam, dalam
bentuk petuah-petuah [fatwa]. Ketika pelaksanaan ajaran agama [Islam]
dicampur-adukkan dng kepercayaan agama lain, maka tugas ulama lah memberikan
teguran kepada muslim.

Seandainya MUI mengeluarkan fatwa melarang ummat Kristen u/ merayakan natal,
itu yang disebut teror. Dan, saya sebagai muslim akan menentang fatwa spt
itu. Tak seorang pun di dunia ini yang boleh menghalangi ummat lain
melaksanakan ajaran agamanya.

Sebaiknya, rekan-rekan Kristen juga bisa memahami apa arti perayaaan
natalbersama ini secara theologis. Sudah pernah saya sampaikan, tak
memberi
ucapan selamat natal atau tak ikut perayaan natal bersama, bukan berarti
teman muslim Anda memusuhi Anda. Selain itu, masih banyak aktivitas lain
yang
dapat dikerjakan bersama-sama tanpa harus mengorbankan akiqah masing-masing.

Saya berikan contoh apa yang barusan saya alami.

Pagi itu, Jum’at dua hari menjelang lebaran, saya berniat mengundang bro
Achilov, dari Uzbekh untuk makan sahur bersama. Karena ia tak makan daging,
saya menyiapkan udang sebagai pengganti. Sayuran (baby carrot, mushroom,
brokoli) sudah selesai dipotong-potong, udang sudah di-defrost di microwave,
dan bumbu (bawang bombay, bawang daun, dan paprika) sudah selesai dipotong.
Saya sudah menghidupkan stove sambil motong-motong bawang putih.

Sebelum semua bawang putih selesai dipotong, pagi itu pukul 4:10 telphone di
dapur berdering. Saya angkat. “Hey…may I speak to Usman please?” “It is
he,” jawab saya. “Usman, I am very-very sick. If you don’t see me on campus
today, that means I am in a hospital,” kata JJ “Wait..wait..are you going to
go to the hospital?”
“yes.”
“now?”
“yes”
“How?”
“I am gonna take 5:45 bus.”
“Oh no. You can’t go to the hospital alone. I will go with you.”
“Are you sure?”
“Positive.”
“O thank.”
“But, wait. My car is not at home. Bro Achilov have it tonight. I am going
to call him. If he is awake, we will take you to the hospital. If he is not,
then we take 5:45 bus.”
“Are you sure he will be awake?”
“I hope so. Because we needs to do our morning prayer.”
“Oh I don’t want to interupt your prayer.”
“Hey don’t worry, we still have plenty of time.”
“Okey then. I am waiting.”
“Okey, I’ll call him. And I’ll call you back in five minutes.”.

Kutelpon bro Achilov. Ia baru bangun. Saya ceritakan kondisi JJ yang perlu
ke hospital pagi itu, ia tak keberatan datang. Kepada brother Achilov saya
juga minta untuk mampir di Dunkin’ Donut pesen tiga kopi dan donat. “For
her, decafe with cream no sugar,” pesan saya.

Kutelpon kembali JJ, saya bilang dalam sepuluh atau limat belas menit kami
akan sampai di apartemennya. Saya juga sampaikan kalau kami akan bawa decafe
coffee dan donut untuknya. “O thank Usman. You know me so well.” [maksudnya
tentang kopinya yang bebas kafein dan tak pakai gula itu.

Jam 4:45 kami sampai di ruang ER Estern Maine Medical Center. Setelah
pendaftaran dan pemeriksaan awal, kami disuruh nunggu di ruang tunggu ER.
Jam 5:25 saya bilang ke JJ kalau it's okey for her ditinggal selama 10
minutes.
"It's time for us to perform morning prayer," kata saya.
"Go ahead. I think I am gonna be okey," kata JJ terlihat ngantuk.

Kami pun segera wudhu, keluarin sajadah dari back pack, ukur arah kiblat
dengan kompas kecil yang menggantung di kunci mobil, sholat subuh.

Dikira suami JJ, saya dipanggil masuk ke ruang periksa ER. Di dalam ruangan
periksa, ternyata JJ menangis spt baby. Katanya, semua tubuhnya panas spt
terbakar, dokter memberikan suntikan, tiba-tiba tubuh JJ menggigil. Sesekali
saya harus nutup mata karena baju rumah sakit yang dipakaikan ke JJ
tersingkap saat ia guling kanan-guling kiri di dipan rumah sakit.

Ketika dokter memeriksa lagi -artinya banyak bagian tubuh JJ yg
tereskpos-saya nutup mata lagi. Ketika dokter melihat saya nutup mata, ia
mengira saya tertidur. "Sir, wake up. She need your support," katanya. "I am
not sleeping doc. I just..." saya tak lanjutkan.
"He can't see me like this doc. His religion does not allow him to." [like
this yang JJ bilang itu adalah...half naked. Memang dokter harus memeriksa
seluruh tubuh JJ, dan benar...ia akan terlihat more than half naked].

sesaat setelah dokter meninggalkan ruangan, panas dan dingin di tubuh JJ
datang silih berganti. Kadang ia merasa spt dibakar, kadang menggigil
kedinginan. Sepanjang pagi itu, ia nangis terus. Saat menggigil kencang
sambil nangis mengerang-erang, saya tak sampai hati lagi. Saya genggam
telapak tangannya, sangat dingin. Saya genggam erat dengan harapan ada
aliran panas dari telapak saya. Saya tak tahu apa yang terjadi, tapi JJ
nampak lebih tenang ketika telapak tangannya saya genggam.

Saya tahu I am not supposed to do that. Dia bukan muhrim saya. Apalagi saat
itu saya masih berpuasa. Saya sendiri ragu-ragu sebelum melakukannya. Antara
ya dan tidak, ya dan tidak terus berperang. Tapi kemudian saya putuskan
untuk comfort her. Saya genggam telapak tangannya erat sekali, JJ tenang,
dan akhirnya tertidur. Saat memutuskan akan memegang tangan JJ itu, saya
berdoa kpd Allah: “Ya Allah, kalau apa yang akan saya lakukan ini membuat
puasaku batal, please forgive me. Saya akan sahur puasa yang batal itu
dilain waktu. Sekarang JJ butuh pertolongan saya.”

Pukul 10:15 kami pulang dari rumah sakit. Setelah mengantar JJ ke
apartementnya, saya harus ke kampus mengirim banyak email ke prof JJ
mengabarkan kondisinya saat itu dng melampirkan scaning medical record yang
diberikan dokter ER.

Pukul 11:05 saya email bro Achilov, agar mencari saya di lantai 3
perpustakaan. Saya take a nap sebelum ke masjid, Jum’atan. Saya harus take a
nap karena jam 2-6 harus cover JJ’s shift di tempat kerja [kalau tidak ia
bisa kena pecat], padahal saya sendiri tiap jum’at malam punya shift jam 6
sore sampai 3 pagi di coffee shop student union.

Ketika bro Achilov membangunkan saya pukul 12:03, saya punya cukup a nap.
Kami pun ke masjid sholat Jum’at.

***

JJ seorang Nasrani. Her sister adalah misionaris yang spent banyak waktu di
Bosnia. Ayah JJ punya doktrin bahwa seluruh ummat manusia di dunia ini harus
beragama Kristen. JJ tahu saya muslim. Saya berpuasa, sholat, tak minum
alkohol, tak makan pork.

Saya bisa mengantar JJ ke ER tanpa harus meninggalkan ajaran agama saya.
Saya tetap sholat subuh saat menunggui JJ. Saya tetap berpuasa hari itu,
meski harus puas dengan sahur secangkir kopi dan dua butir donat.

Apa yang saya lakukan di atas adalah contoh bagaimana seorang muslim bisa
besahabat baik dng non-muslim, tanpa harus mengorbankan akidah agamanya.
Persahabatan kami begitu baik dan akrab sampai JJ berani nelpon saya pada
jam di mana rata-rata american tidur nyenyak [4:10 pagi]

JJ sudah memutuskan akan mengundang saya ke rumah orang tuanya di liburan
natal ini. I’ll take about 2 hrs drive. Saya terima undangan itu, setelah JJ
sepakat apa yang bisa saya lakukan dan apa yang tidak bisa saya lakukan
terkait dengan acara natalan keluargannya. Karena JJ juga tahu saya tak
minum alkohol, ia minta orang tuanya menyediakan non-alkoholic champagne
untuk saya.

Lihatlah JJ, ia begitu menghargai keyakinan agama saya [Islam] yang tak
minum alkohol, tak makan pork, tak mengucapkan selamat natal, tak ikut
partisipasi dalam acara kebaktian natal. Ketika saya katakan, it’s religous
reason, that’s it. Tak ada tawar menawar.

Di Indonesia, mengapa banyak rekan non-muslim yang masih saja tak faham
bahwa muslim tak seharusnya dilibatkan dalam acara natalan mereka. Apakah
tak ikut dalam acara perayaan natal berarti tak bisa bersahabat?Kalau Anda
semua tak mau memahami keyakinan ummat Islam -terutama dlm soal natalan
ini-bagaimana mungkin kita akan bisa berhasabat?

Lihatlah apa yang saya lakukan ke JJ. Untuk menenangkannya, saya tempuh
resiko batal puasa hari itu. Batal puasa menurut Islam, masih bisa ditebus
di hari lain. Akibat batal puasa tidak seserius ikut perayaan natal [dosa
syirik].

Tirulah JJ, ia menghormati saya sebagai muslim. Saya pun bisa menimbang,hal
mana yang dapat saya korbankan untuk membantunya. Kalau nanti saya jadi
berada di tengah-tengah keluarganya [orang tuanya ingin berterima kasih atas
apa yang saya lakukan untuk JJ], saya tetap tak akan mengucapkan selamat
natal, tak akan ikut partisipasi dalam ceremony kebaktian natal,tak akan
minum champagne (yg dikeluarganya merupakan tradisi natalan), dan tak akan
makan pork.

Menurut pertimbangan akal sehat saya, fatwa MUI tentang natal sudah benar.
Fatwa itu dikeluarkan ketika Buya Hamka jadi ketua MUI, yg prihatin dengan
cara pemerintah Orba memanipulasi kata ‘toleransi beragama’.

Wassalam,
usman maine

Message: 5
Date: Fri, 21 Dec 2001 09:57:22 +0700
From: “Iwan Pontjowinoto”
Subject: Re: Tentang Ucapan Selamat Natal

Tentang Ucapan Selamat NatalAssalamu’alaikum,

Kang Cecep, sudah takdir bahwa dari kalangan keluarga ibu saya banyak yang
sejak awalnya adalah Nasrani. Dahulu sewaktu saya masih kecil dan pemahaman
agama masih sangat sangat terbatas, saya merasa senang karena bisa punya
baju baru pada saat Lebaran dan Natal. Bahkan waktu itu rasanya shalat Ied
lebih penting dari shalat Shubuh. Bodoh sekali bila diingat.

Alhamdulillaah sekarang saya lebih memahami ajaran agama Islam. Namun tokh
saya harus tetap bersaudara dengan keluarga yang Nasrani tsb, jadi ada
beberapa kebiasaan yg terjadi di antara kita, misalnya :
1. Pada saat Lebaran, keluarga Nasrani juga berkunjung dan mengucapkan
“Selamat Lebaran” atau “Selamat Hari Raya Iedul Fitri” serta “Maaf Lahir
Bathin”, yang kemudian dijawab oleh keluarga Muslim “Terima Kasih” dan “Maaf
Lahir Bathin”.
2. Pada sekitar tgl 25 Des, keluarga Muslim TIDAK berkunjung ke keluarga
Nasrani, namun bila barjumpa mengucapkan “Selamat Merayakan Kelahiran Nabi
Isa”.
3. Bila ziarah ke makam keluarga (maklum kebiasaan Jawa), bila yang
dikunjungi makam Kristen maka keluarga Muslim hanya berdiri di sekitar makam
tanpa mengucapkan apapun. Demikian pula sebaliknya di makam Muslim. Kita
semua sadar bahwa doa dari agama lain akan sia-sia alias mubasir.
4. Demikian juga bila ada yg meninggal, keluarga yang berlainan agama hanya
membantu sebatas pengaturan kendaraan, konsumsi dan keamanan.
5. Bila ada yang sakit, kami juga saling berkunjung dan membantu, tetapi
tidak saling mendoakan. (Sedih memang, tetapi itulah konsekwensinya).

Bila ada di antara kebiasaan keluarga saya yang salah, mohon diberi
petunjuk.
Wassalam,
Message: 7
Date: Fri, 21 Dec 2001 10:45:12 +0700
From: “Cecep M Hakim”
Subject: RE: Tentang Ucapan Selamat Natal

Ass. Wr. Wb.
Saya terharu dengan cerita Pak Iwan Pontjo yang ternyata lebih pengalaman
dalam keadaan ini ketimbang saya sendiri, yang lahir dan besar di keluarga
muslim, sehingga tantangan dan tekanan psikologis hampir tidak ada.
Bagaimanapun usaha Pak Iwan sudah maksimal. Semoga Allah memberikan balasan
atas kesulitan yang diakibatkan perbedaan akidah ini. Perbedaan akidah kalau
difahami dalam konteksnya masing-masing dan tidak ada paksaan dari
masing-masing yang berbeda tidak selalu harus memutuskan hubungan darah dan
kedaerahan. Pada saat tertentu khitab (subjek) yang diajak bicara oleh
Qur’an juga tidak selalu orang yang beriman, tetapi kepada ummat manusia
secara keseluruhan (yaa ayyuhan naas). Saling hormat hanya bisa muncul kalau
saling mengetahui batas masing-masing. Batas masing-masing akidah hanya bisa
diketahui apabila masing-masing berusaha mengetahui tanpa harus nyinyir dan
apriori alias tidak mau tahu. Semua itu rusak jika unsur kekuasaan sudah
mengusik rasa keadilan ………….
Wallahu A’lam
Wass. Wr. Wb.

Filed under: Islam

Survei E-Books

Salam Hangat dan salam kenal, sahabat milis kimia_indonesia,

Nama saya Febrian rafli, sekarang ini saya sedang mengadakan
penelitian terhadap perkembangan e-book diIndonesia. Dibawah ini ada
beberapa pertanyaan tentang e-book. Sudi kiranya kepada Sahabat -
sahabat sekalian untuk mengisi pertanyaan dibawah ini dan
mengirimkan kembali kealamat e-mail saya yang tertera dibawah ini.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

Febrian rafli
Researcher
Febrian_rafli@ yahoo.com

Questioner

Nama :
Profesi :
Umur :
Laki/Wanita :

1. apakah anda tahu dengan e-book (Ya/Tidak) …………..
( jika tidak abaikan pertanyaan lanjutan )
2. Seringkah anda membaca e-book (Ya/tidak)
3. Jenis e-book apa yang anda baca ……….
( teknologi/fiksi/ management/ dll)
4. Sangat penting atau tidak kah E-book itu?
5. e-book gratis atau e-book bayar yang anda baca?
6. e-book lokal atau luar yang sering anda baca?
7. kenapa?
8. pentingkah adanya e-book lokal?
9. kendala – kendala apa saja yang anda temui dalam mengunakan
e-book?
10. saran-saran untuk kemajuan e-book local:

Filed under: Artikel

Domain Vodka.com Terjual Rp 27 Miliar

San Fransisco, Pengusaha milioner asal Rusia, yang juga pembuat Vodka terbesar, rela membayar US$ 3 juta atau sekitar Rp 27 miliar (US$ 1 = Rp 9.055 Sumber: detik.com), hanya untuk mendapatkan domain vodka.com.

Langkah ini, seperti dikutip detikINET dari Reuters Jumat (15/12/2006), sebagai bagian dari usahanya untuk memperluas bisnisnya ke pasar Amerika Serikat. Sedo.com adalah broker Web domain yang berperan dalam jual beli domain tersebut.

Dijelaskan juru bicara Sedo.com, Conglomerate Russian Standard Co., yang dikelola oleh Roustam Tariko, telah merampungkan transaksi jual beli domain senilai US$ 3 juta itu pada 4 Desember lalu. Hal yang sama juga diungkapkan oleh juru bicara Russian Standard Co. yang berbasis di New York.

Russian Standard Co. sendiri mulai memasuki pasar vodka Amerika Serikat pada September 2005 dengan brand Imperia. Resep Imperia ditemukan pada abad 19 oleh ilmuwan Rusia, Dimitri Mendeleyev, yang juga seorang penemu tabel periodik elemen kimia.

Russian Standard diketahui tidak hanya mengelola dua pertiga penjualan vodka premium di Rusia, tapi juga memiliki Bank Russian Standard, bank swasta terbesar di Rusia.

Harga domain vodka.com disinyalir merupakan salah satu yang termahal diantara harga Web domain umum lainnya. (dwn/dwn)

Filed under: Artikel

[ Alumni Unsoed ] Dua Peristiwa : Poligami Dilarang, Perzinaan Dibebaskan

Dua Peristiwa

Peristiwa pertama….
Kelakuan manusia-manusia BEJAD TAK BERMORAL yang derajad-nya jauh di bawah derajad-nya BINATANG yang paling menjijik-kan sekalipun, yaitu…  Perbuatan CABUL super AMORAL yg dilakukan oleh dua manusia lain jenis bernama Maria Eva & Anggota DPR Yahya Zaini

Peristiwa kedua….
Perbuatan TERHORMAT & TERPUJI baik di hadapan ALLAH SWTmaupun di mata seluruh makhluk di jagat raya ini yang dilakukan oleh seorang pria yg bernama Aa Gym, seorang suami yg ber – POLIGAMI nikah lagi dengan sah dengan seorang janda…

Hanya Manusia-manusia bermental BEJAD & manusia-manusia bala tentara IBLIS saja yang memandang kedua peristiwa itu sama….

Kalau soal terpelajar, itu FIR’AUN,  NAMRUD, IJAZIL (Bosnya seluruh IBLIS ) jauh lebih TERPELAJAR & jauh lebih segala-galanya daripada manusia BEJAD yang bernama Maria Eva & anggota DPR Yahya Zaini itu…..
 

Beberapa waktu yang lalu, mungkin ada yang nonton di TV.  Di salah satu stasiun Televisi, ada diskusi berkenaan poligami, pindah ke saluran lain berbarengan ada wawancara dengan wanita yang bermesum ria dengan anggota DPR yang di awali dengan nyanyi dangdut dulu sebelum wawancara. Terlalu ….

Ingat omongan pengacaranya :
“Kalau Maria Eva tidak muncul di televisi, masyarakat pasti berpikir dia wanita rusak, padahal Maria Eva adalah wanita terpelajar, sarjana dan kader Golkar,” kata Ruhut ketika dihubungi ANTARA melalui telepon, di Jakarta.
Terlalu …., akal dan nurani macam apa yang bisa berkata begitu.

Kalau memang Maria Eva ini wanita terpelajar, sarjana apalagi kader, tentu tidak dididik untuk bermesum, apalagi tebal muka dan berjoget bernyanyi ria, kok yang begini dijadikan pahlawan.  Apakah memang kita ini sudah tidak punya malu?  Sungguh-sunguh keterlaluan.  Bukan tambah malu, malah bangga … terlalu …

Maaf nich, bagi yang pernah nontong video itu, tentu akan berpikir panjang untuk bisa mengatakan itu.
Ternyata yang merekam adegam mesum itu si Maria Eva sendiri, jelas bukan manusia ini mempunyai kelainan.  Ternyata ada juga wanita Indonesia yang seperti itu, sengaja merekam adegan mesum yang dia lakukan, entah dengan tujuan apa…….
 

Poligami Dilarang, Perzinaan Dibebaskan

Rencana Pemerintah merevisi UU Perkawinan ditanggapi keras kalangan Muslim. Banyak yang menilai, usulan ini
bukan atas dasar agama, tapi atas hawa nafsunya

Hidayatullah. com.
Menurut sejumlah sumber, dai kondang Abdullah Gymnastiar, alias Aa Gym, telah menikah lagi sejak tiga bulan silam. Sedangkan Maria Eva, perempuan yang berselingkuh dengan Yahya Zaini, mengaku bahwa perzinaan yang mereka lakukan berlangsung pada tahun 2004.

Namun atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kedua berita itu sama-sama baru tersiar ke masyarakat pada awal Desember 2006 ini. Nampaknya Allah memang telah merekayasa demikian, untuk memperlihatkan bagaimana reaksi bangsa ini menanggapi poligami dan perzinaan.  Mana yang pilih madu dan mana pula yang pilih racun.

Seperti diketahui, setelah Aa Gym melakukan jumpa pers dan mengakui bahwa ia memang telah menikah lagi, mendadak sontak banyak perempuan yang bereaksi negatif. Tak cuma para aktivis gerakan feminisme, para ibu-ibu peserta pengajian Aa Gym, banyak yang mengutarakan kekecewaan dan kecamannya.

Nursyahbani Katjasungkana misalnya. Aktivis gerakan perempuan yang juga anggota Komisi III DPR dari FKB menyatakan mendukung gerakan penandatanganan Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym (KPKAG), yakni kelompok yang kecewa Aa Gym menikah lagi.

”Sebagai kaum perempuan, kami tentu saja ikut sakit hati, poligami dengan alasan apa pun telah menyakiti hati kaum perempuan, ” ujar Nursyahbani kepada wartawan.
 

Revisi PP No. 10/1983

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta, juga ikut uring-uringan. Selasa (5/12), bersama-sama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar keduanya menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna membicarakan PP10/1983 tentang pembatasan poligami. Dia ingin pembatasan itu tidak hanya bagi PNS dan anggota TNI/Polri, tapi juga berlaku bagi pejabat negara dan pegawai swasta.

Kepada wartawan Meutia mengungkapkan, Presiden menyatakan keprihatinannya dengan kasus poligami yang diterapkan tokoh masyarakat itu. Karena itu, Presiden, kata dia menyetujui untuk memperluas aturan itu.  “Presiden mempunyai moral obligation (terikat secara moral) buat memperhatikan masyarakatnya, ” kata Meutia.

Kata Meutia, ide revisi PP 10/1983 ini, karena adanya keresahan masyarakat . “Titik tolaknya adalah keresahan masyarakat, terutama perempuan yang merasa tak diperlakukan tidak adil dalam perkawinan,”  ujarnya.
 

Poligami Liar

Anehnya, Meutia dan mereka yang anti-poligami, tidak merasa resah dan prihatin atas “poligami liar” yang dilakukan Maria Eva dan Yahya Zaini. Padahal, seperti diakui Maria, setelah berzina berkali-kali dengan anggota DPR dari Partai Golkar itu akhirnya dia hamil.  Tetapi karena Yahya dan istri Yahya tak menghendaki anak dari hasil perbuatan haram mereka, Eva tidak berkeberatan untuk menggugurkan kandungannya. Maka pasangan tak bermoral itu kemudian pergi ke sebuah
rumah sakit untuk membunuh janinnya itu.

Lagi-lagi Meutia juga tidak mengeluarkan kecaman atas tindakan pembunuhan janin itu. Apakah para perempuan tidak ikut merasa sakit hati dan diperlakukan tidak adil mengetahui Maria Eva dihamili di luar nikah lalu disuruh membunuh calon anaknya?

Atau andaikan mereka tidak menggugurkan kandungan, apakah kaum ibu itu tidak sedih dan sakit hati mengetahui kelak anak Maria Eva lahir tanpa bapak yang seharusnya bertanggung jawab atas nasib masa depan anak itu?

Rencana pemerintah yang akan memperketat aturan poligami, ditanggapi keras oleh sejumlah tokoh umat Islam.  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi misalnya menyatakan, poligami sebaiknya tidak diatur dalam sebuah peraturan atau perundang- undangan. Menurutnya, poligami adalah masalah pribadi seseorang sehingga tidak layak jika harus diurusi pemerintah.

“Lebih baik mengurusi masalah kedisiplinan kerja dan peningkatan kinerja aparatur pemerintahan,” sebagaimana dikutip koran SINDO saat berada di Indramayu. Meski tidak secara gamblang menolak rencana revisi PP No 45/1990 ini, Hasyim Muzadi menyatakan, persoalanpoligami sebaiknya dibiarkan berjalan secara alamiah.

Di hadapan ribuan kader NU Indramayu dalam acara pelantikan pengurus cabang setempat, Hasyim menyampaikan bahwa poligami adalah pilihan seseorang.  Artinya, poligami menjadi tanggung jawab masing-masing individu dengan berbagai konsekuensi yang akan diperoleh.

Senada dengan Hasyim, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, wacana poligami
tidak perlu dikembangkan karena hanya akan membawa masyarakat pada perdebatan yang tidak perlu. Dia menyesalkan jika persoalan ini ditarik ke tataran politik atau kebijakan negara karena bisa kontraproduktif dalam upaya membangkitkan bangsa dari keterpurukan.

“Sementara, begitu banyak masalah bangsa yang strategis yang harus kita selesaikan, “imbaunya.  Menurut Din, poligami adalah masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam Islam, terkait penafsiran terhadap ayat Al-Qur’an. Karena masalah ini adalah masalah keagamaan, dia mengharapkan semua pihak untuk berhati-hati menyimpulkannya.
 

Reaksi Senayan

Tak hanya tokoh NU dan Muhammadiyah, kalangan DPR juga bereaksi. Umumnya, para politisi di Senayan mengingatkan agar revisi yang dilakukan tidak sampai melanggar ketentuan agama, terutama agama Islam.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Effendy Choirie mengingatkan agar jangan sampai ada peraturan perundang-undangan, termasuk peraturan pemerintah, yang melanggar ketentuan agama. “Jadi, kalau pun mau direvisi, jangan sampai kesannya melarang poligami.  Soalnya, Islam memperbolehkan poligami,” ujarnya.

Kalau hasil revisi PP tersebut nanti malah terkesan membatas-batasi pelaksanaan poligami, dia menyerukan agar PP itu dihapus saja. “Agama sudah mengatur pelaksanaan poligami dengan lengkap. Jadi sudah nggak perlu lagi diatur-atur negara,” tegasnya.

Pandangan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua MPR AM Fatwa. Menurutnya, persoalan poligami harus dilihat pemerintah secara jernih dan objektif. “Jangan sampai pemerintah mengajari masyarakat untuk munafik dari hukum Allah,” tuturnya. Poligami, katanya, mungkin bisa menjadi salah satu jawaban atas berbagai permasalahan sosial yang kini dihadapi. “Kita harus berpikiran terbuka,” ujarnya.

Aisyah Baidlowi dari FPG mengakui bahwa poligami memang bisa menjadi jalan keluar darurat di tengah maraknya praktik perselingkuhan. “Dari sudut pandang itu, mungkin benar,” katanya. Tetapi, menurut dia, tetap harus ada sisi-sisi lain yang dipertimbangkan, yaitu keadilan bagi keluarga secara keseluruhan.  “Perlu benar-benar dipahami, yang dimaksud adil itu
bagaimana,” tandasnya.

Politikus Golkar Ferry Mursyidan Baldan menyampaikan bahwa poligami dalam konteks sosiologis masyarakat Indonesia bukanlah fenomena baru. “Tak masalah kalau praktik poligami mau diatur negara, tapi jangan menjadi seperti dilarang,” ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Al Muzammil Yusuf khawatir, jika poligami dilarang, justru akan menyemarakkan perzinaan. “Dia bukan diwajibkan, tetapi boleh. Artinya tidak harus, tetapi tidak juga dilarang. Tetapi ada prasyarat adil. Adil inilah yang perlu kita bahasakan lebih jelas. Adil dalam konteks masyarakat dimana hak wanita juga
teperhatikan. “?

Suara Nafsu

Menurut Aa Gym, pemerintah seharusnya melarang hal-hal yang dinyatakan jelas-jelas diharamkan dan tidak melarang sesuatu yang dihalalkan oleh agama. “Berantas dulu pelacuran dan perzinaan yang masih banyak di negeri ini,” kata Aa Gym saat berceramah di Masjid Raya Batam, Selasa malam. Ia mengatakan setuju dengan PP yang sifatnya menertibkan, namun harus jelas apa yang ditertibkan. “Aa setuju saja agar tertib,” tambahnya.

Menurut pimpinan Pesantren Darut Tauhid Bandung ini, poligami dibolehkan dengan syarat yang berat.  Karenanya, ia tidak menganjurkan jamaahnya untuk beristri lebih dari satu. “Kalau tidak ada ilmunya, lebih baik jangan,” katanya.

Banyak pihak menilai, usulan merevisi UU Perkawinan hanya karena ada tokoh yang berpoligami itu sebagai sikap emosional yang lebih menonjolkan hawa nafsu semata. Menurut Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, “Mereka itu memang tidak bicara atas agama, tapi atas hawa nafsunya. Ajaran Rasulullah tidak sebodoh dan senaif yang mereka tuduhkan, justru Rasul mengangkat derajat kaum wanita yang dinikahinya, ” tegas dia.

Menurut anggota Komisi III DPR (bidang hukum) Patrialis Akbar, poligami justru melindungi hak-hak wanita. ”Jika poligami dilarang maka mereka akan menikah sirri (diam-diam). Istrinya jadi istri simpanan yang hak-haknya tidak dijamin. Jika poligami tidak dilarang, hak-hak perempuan dan anak-anaknya akan terjamin,” tandas anggota Fraksi Partai Amanat
Nasional itu.

Dalam Debat di SCTV dengan topik, “Poligami, Siapa Takut?” di Studio SCTV, Rabu (6/12) tadi malam, Yoyoh Yusroh dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, agama Islam membolehkan poligami agar umatnya terhindar dari praktek perzinaan. Karenanya, ia tak keberatan andai suaminya memutuskan untuk berpoligami. Karena poligami justru memuliakan hak perempuan dan anak-anaknya, sedangkan perzinaan merupakan penghinaan terhadap perempuan.
 

Jadi Fir’aun?

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, meminta Presiden SBY untuk membuka mata hatinya, sehingga tahu mana yang seharusnya dilakukan.

“Pak Presiden jangan buta hatinya. Yang perlu dilarang dan diberantas adalah pelacuran dan perselingkuhan, bukan poligami. Perzinaan itu harus dihukum berat, bila perlu dirajam,” demikian kata Habib Rizieq dikutip situs bisnis.com.

“Dalam Islam halal menikahi dua, tiga atau empat perempuan. Kalau sampai Pemerintah melarang poligami, apa SBY mau jadi Fir’aun yang berani menentang Allah?” tantang Habib Rizieq.

Kekecewaan yang dialami Habib juga dirasakan tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lukman Hakiem.  Ini artinya, zina yang haram difasilitasi Pemerintah, sedangkan poligami yang halal dikriminalisasi, “ujarnya dikutip koran Duta.
 

Poligami dan Kejantanan

Suara pendukung poligami yang cukup menarik datang dari Ketua Pengurus PBNU, Masdar Farid Mas’udi.

Meski dikenal sebagai tokoh pendukung pemikiran liberal ini, dalam hal poligami ia berpendapat bahwa poligami adalah sesuatu yang natural alias alami sebagai penyeimbang banyaknya supply (jumlah perempuan yang ingin menikah) dengan demand (lelaki yang mampu menjadi suami).

“Jumlah perempuan selalu lebih besar dibanding lelaki yang layak menjadi suami. Poligami akan memperkecil ketidakseimbangan itu, “ ujar Masdar.

Menurutnya, sebagaimana dikutip koran Duta Masyarakat, Kamis (7/12), semua yang jantan diciptakan dengan bakat poligami. “Meski begitu, tidak hanya menguntungkan lelaki. Lembaga poligami justru untuk memenuhi hajat hidup dan hal reproduksi perempuan, “ ujarnya.  Seharusnya yang dilakukan pemerintah, kata Masdar, mendorong terjadinya poligami yang bertanggungjawab ketimbang mengkriminalisasika nnya yang hanya akan memperbanyak monogami liar dan berselingkuhan yang menghinakan kaum perempuan.

Jika Jalan Terus

Jika Pemerintah SBY tetap jalan terus, melarang poligami dan membiarkan perzinaan, maka akan terulang kisah di sebuah negara sekuler di Afrika, seperti yang diceritakan Syaikh Abdul Halim Mahmud. Dikisahkan, ada seorang tokoh Islam yang menikah untuk kedua kalinya (berpoligami) secara syah menurut aturan syar`i. Namun berhubung negeri itu melarang poligami secara tegas, maka pernikahan itu dilakukan tanpa melaporkan kepada pemerintah.

Rupanya, intelejen sempat mencium adanya pernikahan itu dan setelah melakukan pengintaian intensif, dikepunglah rumah tokoh ini dan diseretlah dia ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman seberat-beratnya.  Melihat situasi yang timpang seperti ini, maka akal digunakan. Tokoh ini dengan kalem menjawab bahwa wanita yang ada di rumahnya itu bukan istrinya, tapi
teman selingkuhannya. Agar tidak ketahuan istri pertamanya, maka mereka melakukannya diam-diam.

Mendengar pengakuannya, kontan saat itu juga pihak pengadilan atas nama pemerintah meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalah-pahaman itu. Dan memulangkannya dengan baik-baik serta tidak lupa tetap meminta maaf atas insiden itu. Ingin seperti itu?

[dari berbagai sumber]

Filed under: Artikel

Domain Vodka.com Terjual Rp 27 Miliar

San Fransisco, Pengusaha milioner asal Rusia, yang juga pembuat Vodka terbesar, rela membayar US$ 3 juta atau sekitar Rp 27 miliar (US$ 1 = Rp 9.055 Sumber: detik.com), hanya untuk mendapatkan domain vodka.com.

Langkah ini, seperti dikutip detikINET dari Reuters Jumat (15/12/2006), sebagai bagian dari usahanya untuk memperluas bisnisnya ke pasar Amerika Serikat. Sedo.com adalah broker Web domain yang berperan dalam jual beli domain tersebut.

Dijelaskan juru bicara Sedo.com, Conglomerate Russian Standard Co., yang dikelola oleh Roustam Tariko, telah merampungkan transaksi jual beli domain senilai US$ 3 juta itu pada 4 Desember lalu. Hal yang sama juga diungkapkan oleh juru bicara Russian Standard Co. yang berbasis di New York.

Russian Standard Co. sendiri mulai memasuki pasar vodka Amerika Serikat pada September 2005 dengan brand Imperia. Resep Imperia ditemukan pada abad 19 oleh ilmuwan Rusia, Dimitri Mendeleyev, yang juga seorang penemu tabel periodik elemen kimia.

Russian Standard diketahui tidak hanya mengelola dua pertiga penjualan vodka premium di Rusia, tapi juga memiliki Bank Russian Standard, bank swasta terbesar di Rusia.

Harga domain vodka.com disinyalir merupakan salah satu yang termahal diantara harga Web domain umum lainnya. (dwn/dwn)

Filed under: Artikel

PoS = Point of Sale Versi Open Source

http://www.rulisoft.com, Anda seorang pengusaha toko atau sekedar mau tahu sistem informasi penjualan toko silahkan buka websitenya.

Filed under: Artikel

Schedule

December 2006
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

Statistik Blog

  • 39,140 hits

Nasywa Amania Hidayat

My Self

Dosen dan technopreneur. Founder Portal BanyumasPromo.Info, Unsoed.Net dan CEO Solusindo Telematika. Hobiku adalah olahraga, brandingku adalah social networking & blogging, karakterku adalah entrepreneurship & teaching, silaturahmi adalah motivating & inspiring people.

My Contact Lines

Mohon menghubungi saya jika ada kepentingan di beberapa media di bawah ini : # Mobile Phone: 08122718132 # Yahoo Messenger: nurul15053 # Email: nurul_unsoed@yahoo.com # Friendster: nurul.unsoed@gmail.com # Facebook: Nurul Hidayat

Album Kita

hkki jogja

Seminar Hari TI

badminton

Tempat penyimpanan data online "hdonline"

deluxe_room 613

Hotel Atlet Cenury Park

timeschedule0607

IMG_2167

Gunung slamet

IMG_2152

More Photos